[ad_1]



JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menambah deretan perusahaan yang melepaskan sahamnya ke publik. PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) yang merupakan pemilik es krim Campina ini siap melantai di pasar modal. Campina dijadwalkan akan melepaskan sahamnya pada hari ini, Selasa 19 Desember 2017

Campina berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebanyak Rp885 juta saham atau 15,04% dari modal yang ditempatkan atau disetor dengan nilai Rp100 per lembar saham.

 Baca Juga: Campina, Produsen Es Krim dari Garasi Rumah yang Kini Bakal IPO

Sedangkan perseroan menawarkan sahamnya pada kisaran Rp310 hingga Rp400 dengan masa penawaran mulai dari tanggal 20 hingga 24 November 2017. Sementara penawaran umum berlangsung pada tanggal 8,11, dan 12 Desember 2017.

“Harga yang ditawarkan sekitar Rp310-Rp400 per saham,” kata Presiden Direktur PT Shinhan Sekuritas Indonesia Made Windi Wijaya.

 Baca Juga: Cool! Campina Ice Cream Dipastikan Jualan di Pasar Modal Akhir 2017

Dengan melepas sebagian sahamnya, Campina berharap dapat memperoleh dana sekitar Rp274,35 miliar hingga Rp354 miliar. Tujuannya Campina melakukan IPO ini yaitu untuk membayar pokok utang sebesar Rp260 miliar. “Sisanya untuk meningkatkan modal kerja,” jelasnya.

Meski mayoritas dana yang diperoleh direncanakan untuk pembayaran utang perseroan, pihaknya optimis investor tetap berminat. “Dari hasil sounding ke investor cukup memberikan hal positif bagi kita, maka target 6 Desember sudah dapat efektif dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” jelas Presiden Direktur Campina Samudera Prawirawidjaja.

Terkait hal ini, ia optimis bahwa investor miliki minat terhadap saham yang dilepas karena brand Campina yang cukup besar. “Brand Campina cukup kuat di masyarakat. Ini jadi daya tarik investor untuk beli,” katanya.

 Baca Juga: Tebus Utang, Campina Berencana IPO Rp310-Rp400/Saham

Tidak hanya itu, Direktur Penilaian Perusahan BEI Samsul Hidayat mengatakan, Campina Ice Cream Industry memiliki aset yang cukup besar nilainya diperkirakan lebih dari Rp1 triliun. Nantinya Campina akan menggunakan laporan keuangan buku Juni 2017.

Terkait hal ini, perseroan tidak menerbitkan saham hasil penawaran umum ini dalam bentuk surat kolektif saham, tetapi saham-saham tersebut akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang di administrasi dalam penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berdasarkan prospektus.

Jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum ini tidak terlalu besar, maka terdapat kemungkinan perdagangan saham perseroan di bursa efek menjadi terbatas atau saham-saham tersebut menjadi kurang likuid.

Sementara itu, seperti dikutip dari prospektus perusahaan, Campina didirikan oleh Darmo Hadipranoto beserta istrinya. Darmo memulai segalanya dari garasi rumahnya yang terletak di Jalan Gembong Sawah, Surabaya, Jawa Timur. Di situlah es krim Campina lahir tepatnya pada tanggal 22 Juli 1972. Bersamaan dengan itu, CV Pranoto juga ikut didirikan.

Berjalannya waktu, Campina mulai dikenal dan menjadi pilihan masyarakat luas. Hal ini terbukti dengan kunjungan Gubernur Jawa Timur, Bapak H.M.Noer ke pabrik Campina pada tahun 1973. Campina juga mulai menjual produknya secara beragam, mulai dari menggunakan armada sepeda, freezer hingga van.

Pada tahun 1994, untuk memperkuat persaingannya, website Campina kemudian mengisahkan keluarga Sabana Prawirawidjaja (PT Ultrajaya Milk Industry) yang berpartisipasi dalam kepemilikan saham sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Campina Ice Cream Industry.

Tidak hanya itu, pada tahun 1984 Campina memindahkan lokasi pabriknya ke Rungkut, Surabaya yang sampai saat ini masih digunakan untuk memperbanyak varian produknya.

[ad_2]

Source link