[ad_1]

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini Selasa (14/2) melemah 28,8 poin (0,53 persen) ke level 5.380,1. Seluruh pergerakan sektor saham melemah dengan penurunan terdalam saham sektor industri dasar sebesar 1,2 persen disusul perdagangan sebesar 0,9 persen.

Hingga penutupan, enam dari delapan emiten saham grup Hary Tanoesoedibjo (HT) menunjukkan performa negatif, khususnya PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang turun signifikan 105 poin (6,17 persen) menjadi Rp 1.595. Sementara satu saham naik dan satu saham stagnan.

Senior analyst PT Bina Artha Securities Reza Priyambada mengatakan, penyebutan nama HT sebagai pembawa pesan dari Cikeas terkait kriminalisasi mantan Ketua KPK Antasari Azhar bukan sebagai sebagai pemicu tergerusnya saham-saham grup HT di lantai bursa. “Penyebutan pimpinan Grup MNC kami lihat tidak berpengaruh pada saham-sahamnya,” kata Reza saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (14/2).

Reza mengatakan, pelemahan enam dari delapan emiten grup MNC lebih disebabkan karena imbas pasar. “Cenderung melemah setelah sehari sebelumnya menguat akibat imbas tergerusnya pasar,” kata Reza.

Menurut Reza, pelemahan IHSG termasuk saham-saham grup HT imbas kondisi bursa saham Asia yang cenderung berbalik melemah setelah merespon naiknya inflasi di Tiongkok yang dikhawatirkan Bank sentral Tiongkok (PBoC) akan mengetatkan kebijakan moneternya. Hal ini diperburuk turunnya industrial production Jepang, hingga jelang testimoni The Fed. “Selain itu, juga disebabkan reaksi pasar yang memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk profit taking,” kata Reza.

Reza berharap pelaku pasar tidak salah fokus dalam memahami market dan tidak mencampuradukan setiap sentimen di luar pasar untuk menjadi alasan penggerak pasar.

Sementara analis PT Recapital Securities Adi Kiswoyo menambahkan, pelemahan saham-saham grup HT, termasuk MNCN hanya sentimen sesaat saat saja. “MNCN lagi tunggu laporan keuangan tahunannya,” kata Adi saat dihubungi Beritasatu.com.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar sebelumnya mengaku bahwa sekitar Maret 2009, dia pernah didatangi CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Saat itu, HT mengaku diutus oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Presiden keenam RI untuk menemuinya. Hary meminta Antasari agar tidak menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan, besan SBY.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah Beritasatu.com, saham grup HT yang melemah hingga penutupan pukul 16.00 WIB adalah:

1. PT PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dengan nilai perdagangan Rp 71 miliar yang melemah Rp 105 (6,1 persen) mencapai Rp 1.595. Saham MNCN sempat mencapai level terendah Rp 1.570.
2. PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dengan nilai perdagangan sebanyak Rp 74 miliar yang melemah Rp 25 (4,0 persen) mencapai Rp 590. Saham BMTR sempat mencapai level terendah Rp 585.
3. PT MNC Investama Tbk (BHIT) dengan nilai perdagangan Rp 10 miliar yang melemah Rp 3 (2,14 persen) mencapai Rp 137. Saham BHIT sempat mencapai level terendah Rp 135.
4. PT MNC Kapital Tbk (BCAP) dengan nilai perdagangan sebesar Rp 177 juta yang melemah Rp 10 (0,67 persen) mencapai Rp 1.470. Saham BCAP sempat mencapai level terendah Rp 1.460.
5. PT Indonesia Transport & Infrastruktur Tbk (IATA) dengan nilai perdagangan sebesar Rp 473 juta yang melemah Rp 2 (3,7 persen) mencapai Rp 51. Saham IATA sempat mencapai level terendah Rp 50.
6. PT Bank MNC International Tbk (BABP) dengan nilai perdagangan sebesar Rp 718 juta yang melemah Rp 2 (2,73 persen) mencapai Rp 71. Saham BABP sempat mencapai level terendah Rp 70.

Adapun saham grup HT yang berada di zona hijau adalah:

1. PT MNC Land Tbk (KPIG) dengan nilai perdagangan Rp 8,2 miliar. Saham KPIG naik Rp 120 (9,2 persen) menjadi Rp 1.420. Saham KPIG sempat mencapai level tertinggi di Rp 1.500.
2. PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) dengan nilai perdagangan Rp 359 juta yang stagnan mencapai Rp 1.025. Saham MSKY sempat mencapai level terendah di Rp 1.010.

Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

BeritaSatu.com

[ad_2]

Source link