BERITAJAKARTA.COM — 11-02-2014 20:07

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang biasa disapa Ahok menduga adanya kelalaian dalam proses pengadaan ratusan bus Transjakarta dari negara Cina. Pasalnya, lima unit bus Transjakarta articulated (gandeng) dan delapan unit Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) mudah sekali berkarat, hanya karena terkena air laut. Terlebih, bus-bus tersebut baru saja digunakan untuk mengangkut penumpang.

“Tidak mungkin komponen mesin di bus gandeng sedang itu karatan hanya karena terkena air laut. Kemungkinan, ada unsur kelalaian dalam proses pengadaannya,” kata Basuki di Balaikota, Selasa (11/2).

Untuk itu, Basuki mengaku telah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) DKI agar membeli bus berkualitas baik, sehingga lebih awet dan tahan lama.

“Mahal sedikit tidak apa-apa, yang penting kualitasnya baik dan terjamin,” ujar Ahok.

Basuki juga mengaku heran karena semua bus yang dibeli oleh Pemprov DKI berasal dari negeri Tirai Bambu. Padahal, produsen mobil di Eropa juga memiliki pengalaman dan kualitas barang yang sudah tidak diragukan lagi.

“Produk buatan Cina banyak yang bagus, tapi ada juga yang jelek. Makanya, kita bingung kenapa kok hanya dari Cina? Tidak ada  produsen otomotif Eropa ikut serta pengadaan bus,” ungkapnya.

Pemprov, lanjut Basuki, akan menggandeng penegak hukum untuk menyelidiki lebih lanjut terkait temuan bus berkarat tersebut. Dengan begitu, masalah ini bisa segera dituntaskan. “Kita sudah minta aparat penegak hukum menyelidiki permasalahan ini hingga tuntas,” tambahnya.