Saham BUMI, diprediksikan menguat seiring utang perseroan yang dikonversi jadi saham baru. Secara cashflow pun, akhirnya BUMI terselamatkan. Saatnya, akumulasi beli!

Pengamat pasar modal, Aji Martono mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources hari ini salah satunya karena konversi utang jadi saham (debt equtity swap). Saham tersebut merupakan saham baru hasil dari non preemptive issue yang di mana pemegang saham lama akan dimintai persetujuannya pada RUPSLB hari ini.

Menurutnya, inilah yang akhirnya akan membuat cash flow jadi lebih menarik. “Meskipun, kepemilikan pemegang saham lama terdilusi dengan sendirinya,” katanya.

Pada perdangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp20 (1,03%) jadi Rp1.910 dibandingkan sebelumnya di level Rp1.930. Harga tertingginya mencapai Rp1.930 dan terendahnya Rp1.880. Volume transaksi mencapai 124,6 juta unit saham senilai Rp236,7 miliar dan frekuensi 3.715 kali.

Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah kemarin melemah Rp20, bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya melihat potensi penguatan. Salah satunya dipicu oleh kabar adanya pihak-pihak yang berpotensi menyerap 10% saham baru yang akan diterbitkan senilai Rp4,590 triliun. Di antaranya adalah China Invesment Corporation (CIC), Credit Suisse, Raiffeisen dan JP Morgan. Dengan tambahan 10% saham baru, BUMI akan memperkuat performance. Sebab, di satu sisi terjadi penambahan saham, tapi di sisi lain terjadi pengurangan utang.

Sebelumnya, BUMI berencana menerbitkan 1.94 miliar saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias non-preemptive issue. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp2.366 per saham atau totalnya senilai Rp 4,590 triliun. Nilai tersebut akan dikonversikan terhadap utang-utang perseroan. Saat ini masih dalam tahap akhir finalisasi dengan para kreditur tersebut. Adapun pelunasan, dapat dilakukan pada satu atau lebih kreditur. Hal itu sangat tergantung pada kesepakatan antara perseroan dengan masing-masing kreditur. Dengan adanya 4 kreditur jajaki konversi utang jadi 10% saham baru Bumi Resources, sangat positif.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan bergerak dalam kisasran support Rp1.830 dan Rp2.000 sebagai level resistance-nya. Sebab, secara cashflow, akhirnya BUMI akan terselamatkan. Karena itu, ke depannya pun, saham BUMI akan mengalami penguatan. Sebab, bagaimanapun PT Arutmin, anak usaha BUMI, masih jadi andalan sektor batubara Indonesia. Itulah yang jadi alasan CIC dan lain-lain, berpikir jangka panjang, daripada hold BUMI, lebih baik mengonversi utang BUMI jadi sahamnya.

Konversi utang jadi saham (debt equtity swap) harus disetujui melalu RUPSLB terlebih dahulu. Sehingga, inilah yang akhirnya akan membuat cash flow BUMI jadi lebih menarik. Meskipun, pemegang saham lama terdilusi dengan sendirinya.

Bagaimana dengan kondisi market?

Kondisi market secara umum berpotensi positif. Sebab, laju bursa regional dan global pun akan positif. Begitu juga dengan harga komoditas. Sebab, batubara merupkan produk kedua setelah minyak bumi. Kebutuhan akan batubara seperti India, China, dan dalam negeri masih cukup besar. Secara fundamental BUMI memiliki prospek yang cukup bagus.

Saat ini, IHSG mengikuti pergerakan market global secara keseluruhan. Kemarin, pun di akhir perdagangan, bursa regional berbalik arah menguat hingga hampir ditutup positif. Begitu juga dengan IHSG yang hanya minus 9 poin.

Tak terkecuali dengan pergerakan saham BUMI. Walaupun, pada akhirnya masih ditutup negatif di level Rp1.910. Selama dua hari terakhir saham BUMI turun. Tapi, secara teknikal penurunan ini belum mencapai titik support-nya di level Rp1.830 sehingga saham sejuta umat secara teknikal berpotensi menguat. Perdagangan hari ini, BUMI akan volatile cenderung menguat.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan akumulasi beli atas BUMI untuk jangka panjang. Tapi, untuk jangka pendek, sebaiknya investor melakukan trading buy on support. Jika saham ini turun dan kemudian naik bisa jadi alasan untuk trading. |waspada.co.id|