Jakarta – Setelah ECB menggulirkan kebijakan pembelian obligasi, animo investor asing di bursa domestik dinilai menggembirakan. IHSG pun ditargetkan menguat ke 4.206.

Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, IHSG tampak segar setelah Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi mengambil kebijakan untuk melakukan pembelian obligasi dari negara-negara Uni Eropa yang terkena krisis seperti Spanyol dan Italia. Memang, perlu digarisbawahi, pergerakan indeks domestik, masih mengikuti bursa regional. “Tapi, jika melihat bargaining position dari investor asing dan broker asing, semuanya memberikan sinyal yang menggembirakan,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (10/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 16,98 poin (0,41%) ke angka 4.160,66 dengan intraday tertinggi 4.163,893 dan terendah 4.128,354. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 4,19 poin (0,59%) ke angka 715,7. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG mengawali pekan dengan penguatan 0,41%. Bagaimana Anda melihat arahnya hingga akhir pekan?

IHSG tampak segar setelah Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi mengambil kebijakan untuk melakukan pembelian obligasi dari negara-negara Uni Eropa yang terkena krisis seperti Spanyol dan Italia. Itulah yang memicu pasar global terutama Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebagai mata rantainya, mengalami penguatan tajam.

Akibatnya, bursa Asia dan IHSG pun merespons positif. Sebab, pasar melihat solusi atas krisis utang yang terjadi di Eropa.

Hinga level berapa potensi penguatan indeks pekan ini?

Memang, perlu digarisbawahi, pergerakan indeks domestik, masih mengikuti bursa regional. Tapi, jika melihat bargaining position dari investor asing dan broker asing, semuanya memberikan sinyal yang menggembirakan. Karena itu, untuk jangka pendek memang indeks masih akan berfluktuasi. Tapi, jika indeks bisa melewati resistance 4.183, tenaga penguatan indeks masih ada ke level resistance berikutnya 4.206 hingga akhir pekan ini.

Selain faktor eksternal?

Belum lagi, penguatan indeks ditopang oleh faktor domestik yaitu isu individual dari masing-masing emiten baik yang ingin membagikan dividen maupun aksi korporasi seperti stock split dan pemberian bonus. Semua itu menambah insentif tersendiri bagi pergerakan market dalam sepekan ke depan.

Dalam sepekan ke depan, saya melihat adanya sinyal penguatan terbatas IHSG. Tapi, penguatan tajam bisa terjadi apabila indeks bisa memecahkan titik resistance 4.183. Support indeks berada 4.128 dan resistance 4.183.

Jika resistance ditembus, sinyal beli pada saham-saham di bursa Indonesia masih akan terjadi, hingga resistance berikutnya 4.206 tercapai dan masih mungkin dalam sepekan ke depan. Bargaining position akan semakin kuat, jika indeks menyentuh 4.183.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasikan positif saham-saham di sektor consumer goods, semen dan perbankan. Saham-saham pilihan adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF.JK) , PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP.JK), dan PT Unilever Indonesia (UNVR.JK). Saham-saham ini masih jadi bargaining position tersendiri.

Selain itu, PT Semen Gresik (SMGR.JK) dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP.JK). Kedua ini juga masih cukup menarik pada perdagangan sepekan ke depan.

Di sektor perbankan?

Begitu juga dengan saham-saham di sektor perbankan terutama saham lapis dua seperti PT Bank Tabungan Negara (BBTN.JK) yang cukup menarik setelah berhenti lama di bawah Rp1.300 dan sudah menembus ke atas Rp1.300. Karena itu, BBTN masih bisa menguat ke resistance Rp1.404.

PT Bank Jabar Banten (BJBR.JK) sudah menembus resistance Rp1.030 dan akan terus mengalami bargaining untuk menguat ke Rp1.250; dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM.JK) yang harganya bisa lebih baik dari harga Initial Public Offering (Penawaran Umum Saham Perdana/IPO) dan harga tertingginya. BJTM bisa menguat ke Rp500 per saham.

Tiga saham bank ini, kemungkinan akan cukup ramai ditransaksikan sehingga bakal mengalami kenaikan harga secara perlahan. Dari sisi volume transaksi, ketiga saham bank itu sudah memberikan sinyal positif untuk akumulasi terus-menerus. Pada intinya, semua saham tersebut saya rekomendasikan akumulasi beli. |inilah.com|