Jakarta – Arah IHSG Kamis (2/8/2012) ini dinilai sangat tergantung pada respons pasar atas hasil rapat moneter The Fed semalam. Tapi, bargaining kuat terjadi pada tiga sektor saham dan bluchips.

Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Dia mereokomendasikan positif 10 saham yang sebagian untuk trading dan selebihnya untuk di-hold jangka menengah karena penguatannya yang sangat potensial. “Kalau diamati, bargaining position juga masih terjadi di beberapa sektor saham seperti consumer goods, perbankan, properti dan saham-saham bluechip,” ujarnya.

Pada perdagangan Rabu (1/8/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 11,87 poin (0,29%) ke angka 4.130,465 dengan intraday terendah 4.103,462 dan tertinggi 4.134,006. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang turun 2,28 poin (0,32%) ke posisi 710,494. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah ke 11,87 poin ke 4.130,46. Apa yang terjadi?

Pelemahan IHSG kemarin seiring bursa global yang juga mengalami pelemahan tipis. Selain itu, pelemahan indeks karena faktor technical correction setelah menguat enam hari berturut-turut dan mencapai level tertingginya di 4.142.

Kondisi itu, jadi momentum bagi investor jangka pendek untuk melakukan aksi profit taking. Padahal, kalau dilihat, laporan inflasi yang diliris Rabu (1/8/2012) tidak begitu mengecewakan. Badan Pusat Statistik (BPS)telah melaporkan tingkat inflasi Juli 2012sebesar 0,7%, lebih tinggi dari inflasi Juni sebesar 0,62%. Secara tahunan, inflasi Juli mencapai 4,56% dan inflasi year to date (Januari-Juli 2012) mencapai 2,5%.Jadi, pasar semata melihat faktor ekonomi global.

Terkait FOMC The Fed dan rapat European Central Bank (ECB)?

Dari ekstenal, kemarin pasar menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) semalam. Begitu juga dengan pertemuan ECB nanti. Apapun keputusan The Fed, pasar berpatokan pada reaksi Dow Jones Industrial Average (DJIA) negatif atau positif pada keputusan tersebut dan pada akhirnya akan membawa arah IHSG lebih lanjut.

Saham-saham sektor apa yang masih ramai ditransaksikan?

Kalau diamati perdagangan sesi pertama hingga sesi kedua, di mana bargaining position juga masih terjadi di beberapa sektor saham seperti consumer goods, perbankan, properti dan saham-saham bluechip seperti PT Telkom (TLKM.JK) dan PT Astra Internasional (ASII.JK). Inilah yang menyebabkan, indeks hanya melemah tipis.

Lantas, bagaimana Anda melihat arah IHSG Kamis (2/8/2012) ini?

Untuk Kamis ini, pergerakan IHSG sangat tergantung pada akhir dari aksi wait and see pasar global semalam. Jika Dow Jones semalam mengalami penguatan, akan merambah pada penguatan bursa Eropa. Karena itu, resistance indeks untuk jangka pendek berada di level 4.159 dan support 4.108. Kisaran ini mungkin akan terjadi pada perdagangan Kamis.

Tapi, saya melihat jika respon pasar positif atas FOMC, tidak mustahil dalam perdagangan Kamis-Jumat ini, indeks bisa mencapai 4.200 seiring berlanjutnya rally. Tapi, untuk jangka pendek, resistance adalah 4.159.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasikan positif 10 saham dari sektor perbankan, properti, dan beberapa saham bluechips yang tampak kuat mengalami bargaining position. Saham-saham pilihannya antara lain PT Bank Mandiri (BMRI.JK), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK), dan PT Bank Central Asia (BBCA.JK). Saya rekomendasikan trading jangka pendek untuk ketiga saham ini karena sudah mengalami pergerakan yang signifikan.

Yang masih potensial naik signifikan?

Sementara itu, yang masih potensial naik adalah PT Bank Jabar Banten (BJBR.JK) dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN.JK). Saya rekomendasikan hold untuk middle term, 6 bulan.

Rekomendasi hold juga berlaku untuk PT Bumi Serpong Damai (BSDE.JK), PT Surya Semesta Internusa (SSIA.JK), dan PT Alam Sutera Realty (ASRI.JK). Sedangkan untuk PT Gudang Garam (GGRM.JK) dan PT Semen Gresik (SMGR.JK) direkomendasikan trading buy. |INILAH.COM|