Saham BUMI diprediksikan menguat seiring peluang positifnya sentimen market. Namun, karena kompleksnya sentimen grup, sulit menentukan laju pergerakannnya.

Aji Martono, pengamat pasar modal dari Capital Bridge Indonesia mengatakan, secara teknikal, saham PT Bumi Resources awal pekan ini potensial naik. Namun, saat ini ada kecenderungan investor menjauh dari saham grup Bakrie ini termasuk BUMI.

“Sebab, sangat sulit diprediksi dan susah dipastikan faktor apa yang mempengaruhi pergerakannya,” katanya kepada Ahmad Munjin.

Pada perdagangan Jumat (13/8), akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup stagnan di level Rp1.580, dengam intraday tertinggi di Rp1.600 dan terendah di Rp1.560. Volume transaksi mencapai 51,6 juta unit saham senilai Rp81,3 miliar dan frekuensi 2.380 kali.

Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah stagnan di level Rp1.580, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham BUMI awal pekan ini?
Ada potensi penguatan. Salah satunya, karena peluang positifnya sentimen market. Sebab, bursa Dow Jones akhir pekan lalu sudah mulai merangkak naik. Namun, saat ini ada kecenderungan investor menjauh dari saham grup Bakrie ini termasuk BUMI. Sebab, sangat sulit diprediksi dan susah dipastikan faktor apa yang mempengaruhi pergerakannya.

BUMI sendiri akan bergerak di kisaran berapa?
Secara teknikal, BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp1.550 dan resistance Rp1.650.

Di level berapa seharusnya investor masuk di BUMI?
Secara teknikal, saham BUMI sudah layak beli di level Rp1.570. Sebab, level ini sudah jadi patokan dan jadi support yang sangat kuat. Tapi, karena sentimen grup belum kondusif, pelaku pasar bisa bermain di saham ini dengan jangka yang sangat pendek. Pelaku pasar bisa memanfaatkan pola trading atau trading buy di level support Rp1.550 hingga resistance Rp1.650.

Tapi, saya sendiri belum punya rekomendasi apa-apa untuk saham BUMI dalam jangka pendek. Bagi investor yang memiliki uang cukup banyak dan mau beli untuk jangka panjang, lebih baik, buy position.

Bagaimana dengan pendapat, investor BUMI ‘tersedot’ ke saham perdana PT Berau Coal Energy?
Tidak juga. Yang berpengaruh pada pergerakan saham BUMI adalah sentimen grup. Bicara BUMI tidak bisa dilepaskan dengan sentimen grup secara keseluruhan seperti kesalahan pencatatan neraca di Bank Capital. Karena itu, menganalis pergerakan saham BUMI merupakan usaha yang komplek.

Sehingga, bicara BUMI tidak bisa dilepaskan dari pembicaran PT Energi Mega Persada, PT Darma Henwa, PT Bakrie Sumatera Plantation, dan seterunya di grup Bakrie. BUMI lebih terpengaruh sentimen grup, sehingga sulit mengambli benang merah yang jadi faktor penentu laju sahamnya untuk saat ini. |WASPADA ONLINE|