Saham BUMI pada transaksi Senin (19/4) diprediksikan menguat seiring aksi beli investor. Pasar tertarik untuk membeli saham ini di bawah Rp2.425. Akumulasi beli BUMI!

Pengamat pasar modal, Aji Martono mengatakan, salah satu alasan penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini dipicu faktor teknis. Menurutnya, investor tertarik untuk melakukan aksi beli di bawah harga Rp2.425.

“Itulah yang menjadi alasan BUMI hanya melemah 1 poin saja akhir pekan lalu,” katanya di Jakarta.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (16/4) saham BUMI ditutup melemah Rp25 (1,02%) menjadi Rp2.425, dengan intraday Rp2.450 dan terendah Rp2.400. Volume transaksi mencapai 59,1 juta unit saham senilai Rp143,2 miliar dan frekuensi 1.609 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah terkoreksi Rp25, bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI awal pekan ini?

Saya melihat ada potensi penguatan hari ini. Salah satunya, dipicu oleh faktor teknis. Level harga saham BUMI di angka Rp2.425, merupakan level yang sangat atraktif bagi investor. Sebab, saya melihat seperti halnya pekan lalu, akumulasi saham ini di bawah level Rp2.425, sangat menarik. Itulah yang menjadi alasan, mengapa dengan pelemahan indeks yang tajam 25 poin akhir pekan lalu, BUMI hanya terkoreksi 1 poin (Rp25) saja.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Dengan posisi Rp2.425 di akhir pekan lalu, BUMI memiliki peluang di level support Rp2.375 dan Rp2.675 sebagai level resistance-nya untuk pergerakan jangka pendek. Untuk jangka pendek, faktor teknikal lebih berperan menjadi penggerak BUMI. Saya yakin, level support-resistance itu akan mewarnai pergerakan saham BUMI awal pekan ini. Tapi, penguatan BUMI akibat adanya aksi akumulasi investor lebih tinggi daripada kecenderungan melemahnya.

Lalu, apa yang menjadi faktor penggerak BUMI untuk jangka panjang?

Saya lihat, aksi akumulasi beli atas saham ini juga dipicu oleh kesepakatan BUMI dengan China Invesment Corporation (CIC). CIC menjadi ‘pembeli siaga’ (stand by buyer) untuk saham ini di level Rp3.000-an. Saham ini pun menjadi sangat menarik bagi investor sehingga akan mengerek naik harganya ke level Rp3.000 untuk jangka menengah panjang.

Saya memperkirakan, CIC bisa saja menjadi buyer BUMI di level Rp3.100-3.200. Namun, saya sendiri belum bisa memastikan kapan pembelian itu akan dilakukan perusahaan investasi milik pemerintah China itu. Belum bisa dipastikan kapan. Karena alasan itulah, investor akan melakukan akumulasi beli atas BUMI untuk jangka panjang. Saya juga melihat positif saham ini karena lebih melihat faktor mid and long term-nya. Tapi, untuk jangka pendek, BUMI juga tetap menarik.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan akumulasi beli untuk BUMI. |waspada.co.id|