[ad_1]

Jakarta – PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menandatangani definitive agreement dengan China Fortune Land Development Co Ltd untuk mengembangkan proyek Pasar Kemis, Banten. Aksi ini merupakan kelanjutan dari memorandum of understanding (MoU) yang diteken kedua pihak pada 28 Desember 2015.

Head of Corporate Finance & Investor Relations Alam Sutera Realty Vincent Sjahbana mengatakan, China Fortune Land bakal memberikan keahliannya untuk mengembangkan proyek township residensial, business, dan komersial bersama dengan Alam Sutera.

Sesuai rencana, China Fortune akan bertanggung jawab dalam hal investasi, pengembangan dan manajemen termasuk perencanaan, konstruksi, infrastruktur, fasilitas publik dan jasa industri di Pasar Kemis. Sementara Alam Sutera bertanggung jawab dalam hal penyediaan lahan dan membantu China Fortune dalam hal konstruksi dan manajeman.

“Kami meyakini kolaborasi ini akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak dan meningkatkan potensi properti Pasar Kemis,” kata Vincent dalam keterangan resmi, kemarin.

Vincent belum dapat mengungkapkan rincian investasi yang bakal dikucurkan di proyek Pasar Kemis. Sebagai informasi, China Fortune Land telah berdiri sejak 1998 dan merupakan salah satu perusahaan properti terbesar di Tiongkok. Perseroan tercatat menggarap lebih dari 50 proyek di Tiongkok dan di luar negeri.

Lebih jauh, Alam Sutera mengharapkan peluncuran klaster terbaru di Pasar Kemis dan Alam Sutera serta proyek tower di Kota Ayodhya akan menjadi mendukung kinerja tahun ini. Selain itu, perseroan juga menjajaki pembentukan perusahaan patungan (join venture/JV) dengan pengembang kelas internasional dalam rangka melakukan risk and capital sharing untuk pipeline project ke depannya.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi mencatat, per April 2016, pencapaian prapenjualan (pre-sales) Alam Sutera hanya mencapai 8,36% dari target perusahaan yang mencapai Rp 5 triliun atau di bawah pencapaian tahun lalu sekitar 45,51%.

Catatan angka prapenjualan tersebut juga jauh di bawah rata-rata penurunan pertumbuhan selama tiga tahun terakhir (19,77%), bahkan menjadi yang terburuk selama lebih dari separuh dekade, jika dibandingkan pada April 2014 yakni 37,15%, dan April 2016 sekitar 52,29%.

Namun demikian, sepanjang kuarta I-2016, laba bersih perseroan melonjak 88,664% menjadi Rp 527,39 miliar dari Rp 279,58 miliar pada periode yang sama tahun 2015. pencapaian kinerja tersebut terutama didukung oleh keuntungan kurs pada kuartal I- 2016, yang mencapai Rp 182,3 miliar, dibandingkan kuartal I-2015, saat perseran membukukan kerugian kurs sebesar Rp250,89 miliar.

Di sisi lain, pendapatan Alam Sutera selama kuartal I-2016 masih mengalami penurunan sebesar 14,92% menjadi Rp 842,87 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 990,66 miliar. Beban pokok perseroan meningkat dari Rp 225,04 miliar menjadi Rp 295,34 miliar, sedangkan beban usaha menurun dari Rp 160,62 miliar menjadi Rp 129,51 miliar, dan beban bunga menurun dari Rp 40,52 miliar menjadi Rp 29,45 miliar.

MS Holdings
Awal tahun ini, perusahaan jasa penyewa crane asal Singapura, MS Holdings Ltd menyatakan siap mengembangkan lahan 11.000 m2 di kawasan Alam Sutera Township, di Banten, yang dikelola Alam Sutera. MS Holdings terlebih dahulu mengakusisi sebagian saham Murray Prince Ltd, induk Graha Indah Semesta, sebagai pemilik lahan tersebut.

MS Holdings bersama pemegang saham Murray Prince Ltd, yakni ACT Holding Ltd mengadakan perjanjian mengikat bersyarat terkait pembelian sebagian saham Murray Prince. Perjanjian ditandatangani pada 14 Januari 2016.

Sebagai informasi, Murray Prince merupakan perusahaan joint venture (JV), yang 90% sahamnya dikuasai ACT Holding, dan sisa 10% dimiliki Aspen Development Pte Ltd. Aspen merupakan anak usaha ACT.

Adapun Murray Prince memiliki 30% saham pada perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) Graha Indah Semesta. Selain Murray Prince, saham Graha Indah dimiliki PT Jaya Prima Integra sebanyak 12,5% dan Foreland Development Ltd sebanyak 57,5%.

PMA Graha Indah Semesta merupakan pemilik dari 11.000 m2 lahan yang terletak di Alam Sutera Township, di Banten. Graha Indah tengah mengembangkan proyek menara perumahan dengan ruang komersial pada lahan tersebut.


Investor Daily

Farid Nurfaizi/MHD

Investor Daily

[ad_2]

Source link