Pekerja menyelesikan proyek pembangunan perumahan KPR bersubsidi type 30/60,5 dengan dua kamar dan satu kamar mandi dengan harga jual perunit 141 juta di Desa Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/3). Guna mempercepat program sejuta rumah Bank BTN meluncurkan program KPR BTN Mikro agar menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)  terutama  pekerja di sektor informal yang jumlahnya diprediksi mencapai 6,5 juta orang. Bunga KPR BTN Mikro sebesar 7,99 persen per tahun (fixed), selain bunga kredit yang rendah, angsuran pun dibuat dengan skema yang ringan. Berita Satu/SP/Ruht Semiono

Pekerja menyelesikan proyek pembangunan perumahan KPR bersubsidi type 30/60,5 dengan dua kamar dan satu kamar mandi dengan harga jual perunit 141 juta di Desa Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/3). Guna mempercepat program sejuta rumah Bank BTN meluncurkan program KPR BTN Mikro agar menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terutama pekerja di sektor informal yang jumlahnya diprediksi mencapai 6,5 juta orang. Bunga KPR BTN Mikro sebesar 7,99 persen per tahun (fixed), selain bunga kredit yang rendah, angsuran pun dibuat dengan skema yang ringan. Berita Satu/SP/Ruht Semiono
(suara pembaruan)

Jakarta- PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berencana melakukan sekuritisasi dalam bentuk efek beragun aset surat partisipasi (EBA-SP) pada akhir April atau awal Mei mendatang. Nilai sekuritisasinya mencapai Rp 1 triliun.

Direktur BTN Iman Nugroho Soeko menjelaskan, penerbitan EBA-SP merupakan salah satu alternatif pendanaan untuk pembiayaan perumahan. Selain itu, EBA-SP bisa menjadi alternatif investasi bagi investor. “Program Satu Juta Rumah, yang dicanangkan pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak dan dana yang tidak sedikit. Oleh karenanya, kedua sisi baik penyediaan rumah maupun pembiayaan perumahan menjadi fokus pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” kata dia di Jakarta, Rabu (22/3).

Menurut Iman, masyarakat menengah ke bawah memerlukan angsuran yang terjangkau dengan jumlah tetap. Hal ini dapat dicapai dengan dua hal, yaitu tenor pinjaman panjang sehingga angsuran lebih rendah. “Kedua, tingkat suku bunganya tetap sehingga besarnya angsuran juga tetap,” paparnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengungkapkan, sekuritisasi yang dilakukan BTN merupakan kerja sama dengan SMF. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi memberikan informasi dan pemahaman EBA-SP kepada investor . “Tujuan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan khususnya para pelaku jasa keuangan terkait EBA-SP, “papar Ananta.

Lebih lanjut, keuntungan berinvestasi di EBA-SP dibanding instrumen investasi lain adalah perlakuannya yang disamakan dengan surat berharga negara (SBN). “Semua EBA KPR yang telah diterbitkan mendapatkan rating idAAA dari Pefindo, dimana rating tersebut mencerminkan kemampuan dan kemauan untuk membayar kewajiban tepat waktu sangat kuat,” tuturnya.

Ananta berharap sosialisasi ini dapat mendukung pengembangan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan (PPSP), demi mendukung program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan oleh Pemerintah. “Kami berharap para investor menjadi semakin confidence untuk berinvestasi pada efek yang diterbitkan oleh PT SMF, baik berbentuk EBA SP, maupun surat utang, mengingat PT SMF merupakan BUMN yang dimiliki 100 persen oleh pemerintah dengan peringkat idAAA,” tegas dia.


Investor Daily

Gita Rossiana/WBP

Investor Daily



Source link