Disuatu kota tinggallah seorang pria yang tidak lolos diterima di universitas manapun di kota tersebut, akhirnya orang tua pria tersebut menikahkan pria tersebut dengan seorang wanita pemalu yang tinggal dipinggir kota tersebut.

Setelah menikah, pria tersebut mengajar disatu sekolah dasar swasta dikota itu, namun karena tidak adanya pengalaman dalam hal mengajar maka belum satu minggu mengajar pria tersebut sudah dikeluarkan dari sekolah tersebut.

Sesampainya dirumah terlihat pria tersebut tersedu dan memberitahu apa yang terjadi kepada istrinya, sang istri dengan penuh kasih sayang menghapus air mata yang hampir membasahi muka pria tersebut seraya berkata ” banyak ilmu didalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya namun banyak pula orang yang tak mampu untuk menuangkannya. Tidaklah perlu bersedih hati ataupun gundah gulana karena hal ini, memungkinkan ada pekerjaan yang lebih cocok dan sesuai untukmu suamiku yang sedang menanti untuk dikerjakan”

Hari-hari berikutnya pria tersebut pamit kepada istrinya untuk bekerja diberbagai bidang namun itupun hanya bertahan 1 hingga 3 bulan saja setelah itu pria tersebut selalu di pecat oleh bossnya, karena banyak hal dimana diantaranya adalah gerakannya yang lambat. Namun kembali istrinya membuatnya sejuk dan nyaman dengan berkata ” kegesitan tangan dan kaki setiap orang pastilah berbeda, dimana orang lain sudah bekerja beberapa lama dan kamu hanya belajar disekolah, bagaimana bisa lebih gesit dan cepat”

Dengan kegigihan dan kemauan yang kuat serta support yang tiada henti dari seorang istri pria tersebut terus berusaha, namun tetap hasilnya gagal lagi dan gagal lagi, dipecat, dikeluarkan  bahkan sudah ditolak diawal saat ingin bekerja disuatu perusahaan, semuanya sirna dan gagal ditengah jalan. Namun setiap pria tersebut pulang kerumahnya dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya tidak pernah mengeluh.

Setelah sekian lama terasa olehnya bahwa ia baru mendapat berkah dari Alloh SWT, dimana ada sedikit bakat yang dimiliki pria tersebut yaitu bakat dalam hal berbahasanya, maka pria tersebut bekerja sebagai pembimbing dari sekolah tuna wicara dan tuna rungu, lalu ia membuka sekolah khusus untuk anak-anak cacat. Selain membuka sekolah khusus anak cacat ia juga membuka toko khusus yang menjual keperluan alat bantu bagi penyandang cacat. Selang beberapa lama dengan keuletannya maka sekolah maupun tokonya terus berkembang dan membuka banyak cabang-cabang diberbagai kota lainnya. Akhirnya ia menjadi CEO atau boss yang kini telah menjadi salah satu orang terkaya dikota tersebut.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah menjadi orang terkaya dan sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika sendiri saja sudah merasakan bahwa masa depannya suram, namun kenapa engkau tetap percaya kepada ku wahai istriku ? Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana

Sang istri menjawab : sebidang tanah, tidak cocok untuk ditanami gandum maka segera ganti dan dicoba untuk ditanami kacang, jika kacangpun tidak bisa tumbuh dengan baik di tanah tersebut, cobalah tanam buah-buahan, dan apabila buah-buahanpun tidak cocok tumbuh ditanah itu karena tidak bisa berbuah, maka semaikanlah bibit yang lain karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pada akhirnya pasti bisa menghasilkan dan panen daripadanya…

Mendengar penjelasan sang istri, iapun terharu mengeluarkan airmata. Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri bagaikan sebutir bibit unggul yang sangatlah langka; semua prestasi yang diperolehnya semua adalah keajaiban dari doa dan support seorang istri yang sholeha, yang sabar dan penuh kasih sayang yang telah memberikan bibit unggul yang baik sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi sebuah kenyataan.

Didunia ini manusia diciptakan untuk berguna bagi dunia, asal dia tahu dimana harus menempatkan dirinya