JAKARTA – Ada peniliaian asumsi makro RAPBN 2014 terlalu optimistis. Faktor eksternal global dan situasi internal Indonesia saat ini dalam tahun-tahun politik yang bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas perekonomian di Tanah Air. “Angka-angka itu terlalu optimistis mengingat situasi sekarang, saya perkirakan tidak akan terjadi perubahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir,” kata Pengamat ekonomi Sri Adiningsih di Jakarta, Sabtu (24/8).

Ia menganggap asumsi makro yang terlalu optimistis tidak akan memberikan efek jangka panjang yang baik. Ia bahkan memperkirakan pelemahan akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan khususnya dari sisi nilai tukar mata uang dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Kalau tidak mencapai target, kita juga yang akan menanggung akibatnya,” katanya. Bila itu terjadi akan berdampak luas pada sektor riil di Indonesia dan berakibat pada lesunya sektor ekonomi dalam beberapa saat ke depan.

Dalam asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2014, pertumbuhan ekonomi ditetapkan 6,4 persen, inflasi 4,5 persen, dan nilai tukar rupiah perdolar AS Rp9.750. Selain itu, suku bunga SPN 3 bulan 5,5 persen, harga minyak 106 dolar AS/barel, lifting minyak 870 ribu barel/hari, serta lifting gas 1.240 mboepd. |Ant|