BANK SYARIAHBank Indonesia mengumumkan aset perbankan syariah per Oktober meningkat 36,92% menjadi Rp174,09 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp127,15 triliun.

Adapun pada Juli, Agustus, dan September, peningkatannya masing-masing 37,92%, 38,29%, dan 36,71%.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang diterbitkan Selasa (11/12), pertumbuhan tidak hanya terjadi di aset tapi juga pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK).

Pembiayaan perbankan syariah per Oktober meningkat 40,05% menjadi Rp135,58 triliun, dari sebelumnya Rp96,8 triliun.

Pada September, jumlahnya Rp130,35 triliun atau naik 40,41% dari sebelumnya Rp92,83 triliun.

Sementara di Agustus, pembiayaan yang disalurkan menyentuh Rp124,94 triliun atau meningkat 38% dari sebelumnya Rp90,54 triliiun.

Pada Juli, pertumbuhannya mencapai 42,99%, yakni dari Rp84,55 triliun menjadi Rp120,91 triliun.

Dari data bank sentral, terlihat DPK yang dihimpun bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) belum bisa mengimbangi pertumbuhan penyaluran pembiayaan.

Pada Oktober, jumlah DPK tercatat sebesar Rp134,45 triliun atau naik 32,06% dari setahun sebelumnya yang sekitar Rp101,81 triliun. Di bulan September, peningkatannya 30,6% menjadi Rp127,67 triliun, dari Rp97,75 triliun. |bisnis.com|

Pada Agustus, perbankan syariah mengumpulkan Rp123,67 triliun atau tumbuh di level 34,39% dari sebelumnya Rp92,02 triliun.

Sedangkan, pada Juli jumlahnya Rp121,01 triliun. Jumlah tersebut meningkat hingga 34,78% dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp89,78 triliun.