[ad_1]

Jakarta– PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) berencana menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) (rights issue) pada 2017 berkisar Rp 400-500 miliar.

Direktur Kepatuhan Bank Yudha Bhakti Iim Wardiman mengatakan, sesuai rencana perseroan pihaknya akan meminta persetujuan kepada pemegang saham untuk melaksanakan rights issue pada 2017. Oleh sebab itu, rencana aksi korporasi ini akan menjadi salah satu agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS) Bank Yudha Bhakti pada April mendatang.

“Kami belum menentukan waktu penawaran dan pelaksanaan rights issue, karena harus menunggu RUPS. Walau dari sisi persiapan belum matang, kami berkeinginan untuk naik menjadi bank golongan BUKU (bank umum kegiatan usaha) II pada 2017,” ujar Iim kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, hingga September 2016 posisi modal inti (Tier I) Bank Yudha Bhakti mencapai Rp 546,467 miliar. Dengan posisi saat ini, perseroan masih termasuk kategori bank dengan status BUKU I, yakni modal inti di bawah Rp 1 triliun.

“Seiring dengan rencana kami untuk masuk ke kategori BUKU II pada 2017, bukan 2018 ya kajiannya nominal rights issue kisaran itu (Rp 400-500 miiar). Cuma intinya, karena belum ada pelaksanaan RUPS, kami belum bisa memfinalisasi nominal target dana rights issue ke depan,” ungkap dia.

Berdasarkan laporan keuangan hingga kuartal III-2016, pemegang saham pengendali emiten berkode BBYB ini adalah PT Gozco Capital dengan porsi saham 41,89 persen. Kemudian, Koperasi Karyawan Bank Yudha Bhakti 1,71 persen, Pusat Koperasi Markas Besar TNI 2,26 persen, Pusat Koperasi Kementrian Pertahanan RI, 3,27 persen, Induk Koperasi Veteran RI 2,23 persen, Induk Koperasi TNI Angkatan Udara 3,36 persen, dan Induk Koperasi TNI Angkatan Laut 1,27 persen. Adapun sejumlah pemegang saham itu, bukan pemilik saham yang membeli dari pasar modal.

Selanjutnya Induk Koperasi TNI Angkatan Darat 3,39 persen, Induk Koperasi Kepolisian RI 4,15 persen, Induk Koperasi Purnawirawan ABRI 0,70 persen, dan PT Asabri (Persero) 13,82 persen. Sementara porsi saham perseroan yang dilepas di pasar modal tercatat sebesar 21,95 persen.

Perihal dengan kepemilikan saham, beberapa waktu lalu, pihak Asabri sempat menyatakan, rencana untuk menjadi pemegang saham pengendali dari salah satu bank kategori BUKU I. Adapun, bank tersebut adalah Bank Yudha Bhakti.

Untuk merealisasikan hal tersebut, perusahaan asuransi itu perlu meraih restu dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalya, Asabri mengincar kepemilikan saham di emiten berkode BBYB menjadi 40 persen.


Investor Daily

Devie Kania/WBP

Investor Daily

[ad_2]

Source link