BEI Sosialisasi Pasar Modal Mulai Jambi, Bandung Hingga DIY

Ilustrasi (BeritaSatu Photo/David Gita Roza)

Jakarta- Selama sepekan ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyelenggarakan literasi pasar modal di seluruh Indonesia mulai dari Jambi hingga Bandung.

“Pada awal pekan ini BEI KP Jambi mengadakan Forum Calon Investor Masyarakat Umum Kabupaten Merangin Provinsi Jambi bersama First Asia Capital Sekuritas,” kata Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/8).

BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menyelenggarakan Bandung Business Forum bertemakan “Strategi Menuju Optimalisasi Pertumbuhan Perusahaan Melalui Pasar Modal Indonesia” di Bandung. Acara ini diikuti perusahaan yang berpotensi untuk go public di area Jawa Barat. “Pada Bandung Business Forum, perusahaan diberi pengetahuan mengenai manfaat go public dan konsultasi teknis proses tersebut,” kata Aji.

Selain itu, BEI, KPEI dan KSEI mengupayakan peningkatan pemahaman masyarakat tentang peluang investasi di pasar modal melalui public expose marathon di Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di tengah penguatan pasar saham dan sosialisasi pasar modal, pasar surat utang diramaikan dengan pencatatan empat obligasi pekan ini. Pada Rabu (23/8), terdapat dua obligasi dirilis sekaligus yakni Bank OCBC NISP Tahap II Tahun 2017 dan Obligasi Berkelanjutan II WOM Finance Tahap II Tahun 2017. Pada Kamis (24/8), Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap II Tahun 2017 dan Obligasi Berkelanjutan II Bank BRI Tahap III Tahun 2017.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2017 adalah 61 emisi dari 48 emiten senilai Rp 97,18 triliun. Sementara total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 337 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 357,55 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 111 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 93 seri dengan nilai nominal Rp 2.005,79 Triliun dan US$ 200 juta. EBA sebanyak delapan emisi senilai Rp 3,25 triliun.

Sumber: BeritaSatu.com



Source link