Motif Ekonomi, Jadi Alasan Utama Bidan Gunakan vaksin Palsu

Smeaker.com – Kini telah di ketahui bahwa setidaknya ada 10 bayi dan anak balita telah terindikasi memeperoleh penyuntikan vaksin palsu yang di berikan oleh seseorang bidan yang bernama M Elly Novita. Mengenai hal ini Menteri kesehatan langsung bertindak cepat agar bayi dan anak balita itu segera di periksa oleh observasi dari tenaga medis terkait dampak vaksin palsu yang mereka peroleh.

Pada tanggal (30/6/2016) Menteri Kesehatan Nila F Moeloek beserta Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto melihat kondisi kesehatan 10 bayi dan anak balita yang memperoleh suntikan vaksin palsu yang di berikan oleh bidan M Elly Novita di sebuah.

Nila menyampaikan, seluruh bayi yang diduga memperoleh vaksin palsu akan diperiksa dan diobservasi terkait dampak dari penggunaan vaksin palsu tersebut. Untuk itu, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia.

 

 

Nila F Moeloek juga menilai, bahwa sebenarnya agak sulit juga untuk mengidentifikasi efek penggunaan vaksin palsu pada bayi dan anak balita. Pasalnya, isi vaksin palsu tersebut juga belum di ketahui karena masih dalam proses pemeriksaan.

Sementara vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah secara gratis tersebut malah menimbulkan ampak naiknya panas tubuh pada anak.

Menteri kesehatan ibertanya kepada bidan Elly, mengapa dia menggunakan vaksin palsu yang di beli dari luar. Alsannya adalah karena bidan dan dokter dapat memperolehnya gratis di puskesmas. Dan ternyata, tujuannya tak lain adalah motif ekonomi.

Jadi bisa di ketahui penghasilan dari bidan tersebut dalam melayani vaksin, jika vaksin palsu yang disebutnya sebagai vaksin impor tampa efek naik panas tubuh itu segarha Rp 325.000, maka jika mendapatkan vaksin selama dua kali dalam sebulan sudah kelihatan utnungnya Rp 650.000.

Vaksin palsu itu telah digunakan Elly sejak 2014. Namun berdasarkan pemeriksaan, Elly baru dapat menunjukkan 10 bayi dan anak balita yang mengikuti program imunisasi di kliniknya selama periode 2016.

Komjen Ari Dono Sukmanto selaku Kepala Bareskrim Polri mengutarakan, bahawa ketrlibatan Elly dalam peredaran vaksin palsu itu di ketahui pada Rabu malam berdasarkan Rian Kartawiyana selaku distributor vaksin itu.

Bukan hanya di klinik, vaksin palsu tersebut juga didistribusikan ke sejumlah klinik di tujuh wilayah di Indonesia, diantaranya adalah wilayah Bekasi dan Jakarta Timur.

Sampai detik ini telah di ketahui jika ada enam jenis vaksin yang di palsukan, diantaranya adalah vaksin hepatitis A dan B, campak, dan BCG. Kini pihaknya tengah mengembangkan pemeriksaan terkait produsen vaksin palsu itu. Ada dugaan produsen vaksin itu tak hanya pasangan suami istri di Bekasi, tetapi juga dari tempat lain.

Ari menambahkan bahwa kasus tentang vaksin palsu ini akan terus kami selidiki, terkait dengan kandunagn vaksin dan juga produsennya.

Baca Juga : Begini Sosok Pasangan SUami istri Pembuat Vaksin Palsu Di Bekasi !



Source link