[ad_1]

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai reksa dana unit Dana Investasi Real Estat (DIRE) yang akan ditawarkan pemerintah bakal menjadi salah satu instrumen investasi paling menarik bagi kalangan investor serta memberikan kejelasan bagi manajer investasi.

Agus mengatakan, performa DIRE selain makin kompetitif, juga telah tertata baik sehingga dapat menjadi salah satu alternatif investasi.

“Semuanya sudah tertata. Tidak ada lagi double taxation. Bahkan, kalau misalnya nanti ada individu mau membeli unit DIRE, tidak kena pajak. Jadi, ini betul-betul menarik dibandingkan negara lain yang menawarkan DIRE. Kita kompetitif,” kata Agus di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/7).

Agus berada di Istana Negara bersama sejumlah kepala daerah untuk mengikuti pengarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang Fasilitas Pajak Penghasilan dan Bea Perolehan Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk Penerbitan Dana Investasi Real Estat (DIRE).

Presiden Jokowi memanggil para kepala daerah untuk menyatukan persepsi tentang percepatan pengembangan DIRE di Tanah Air, yang bertujuan untuk mendorong pendalaman sektor keuangan melalui peningkatan kapitalisasi pasar modal.

Kebijakan ini juga dapat memperkuat peran bursa efek sebagai alternatif sumber dana jangka panjang.

Selain itu, penerbitan DIRE dengan biaya yang relatif rendah juga dapat meningkatkan efisiensi penyediaan dana investasi jangka panjang. Hal ini akan menunjang percepatan pembangunan infrastruktur dan perumahan sesuai Program Jangka Menengah Nasional 2015-2019.

Agus optimistis, penjelasan Presiden Jokowi kepada jajaran kepala daerah akan mendorong investasi di sektor properti, khususnya perumahan, rumah sakit, dan jalan tol.

“Saya sangat menyambut baik pertemuan ini, karena di pertemuan ini Presiden melakukan koordinasi langsung dengan para menteri dan pemerintah daerah. Presiden menjelaskan bagaimana secara nasional Indonesia akan meluncurkan DIRE,” kata Agus.


Investor Daily

Novy Lumanauw/FMB

Investor Daily

[ad_2]

Source link