Women walk toward the entrance of Indonesia's central bank building in JakartaJakarta – Bank Indonesia (BI) optimistis pemulihan ekonomi global dapat membantu menaikkan ekspor Indonesia 2013.

“Kenaikan ekspor tahun ini akan membantu penurunan defisit transaksi berjalan (current account),” ujar Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/1/2013). Menurut Hartadi, secara keseluruhan kondisi tersebut akan mendukung surplus neraca pembayaran yang akan mempertebal cadangan devisa dan memperkuat nilai tukar rupiah.

“Indikasi defisit current account akan turun, adalah impor menurun dan ekspornya membaik, sejalan dengan perbaikan ekonomi dunia,” tuturnya. Hartadi juga memperkirakan dalam transaksi berjalan, khususnya neraca perdagangan non minyak dan gas akan mengalami surplus, meski secara keseluruhan neraca transaksi berjalan masih akan defisit.

“Namun ada satu lagi, bahwa di dalam balance of payment (neraca pembayaran), current account defisit itu disertai surplus di capital account. Transaksi modal ada FDI (foreign direct investment), juga portofolio. Semua masih surplus sehingga secara keseluruhan balance of payment masih menunjukkan surplus,” ucapnya.

Demikian pula dengan adanya perbaikan di neraca pembayaran, Hartadi berharap akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah di masa mendatang. “Sabar saja kapan waktunya, nanti kita lihat karena datanya belum masuk ke kita,” katanya. [ast]