[ad_1]

Ilustrasi IHSG

Ilustrasi IHSG (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan )

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengaku khawatir terhadap pernyataan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurutnya, pernyataan Trump akan mempengaruhi kondisi pasar modal saat ini.

“Terus terang itu menakutkan (pernyataan Trump) bisa mempengaruhi financial market, saya melihat AS sangat inward looking,” kata Tito saat ditemui di Gedung BEI, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (11/12).

Menurut Tito, AS memiliki kekuatan besar untuk mengguncang kondisi pasar modal global termasuk Indonesia. Kekuatan itulah yang akhirnya membuat pasar modal di Indonesia untuk lebih berhati-hati terhadap kebijakan dari Trump.

Tito Sulistio, Direktur PT Bursa Efek Indonesia.

Tito Sulistio, Direktur PT Bursa Efek Indonesia. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

“Internal dia aja 240 juta population bikin pasar modalnya naik, dampaknya bisa memperkuat dolar itu yang mengerikan, buat saya ini bisa bikin financial market bergejolak karena currency bergejolak, kita waspadalah,” tambahnya.

Perlu diketahui, pernyataan Trump ini mendapatkan kecaman dari berbagai negara termasuk Indonesia. Para pemimpin dunia dengan tegas menolak keputusan Trump.

Pernyataan kontroversial Trump itu menyusul rencana pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Keputusan Trump berbanding terbalik dengan keputusan beberapa presiden sebelum Trump yang menolak memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem, yang berarti mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

[ad_2]

Source link