BEKASI — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Cabang Kota/Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membatasi layanan menyusul lonjakan jumlah pemohon sejak 3 Januari 2014.

“Sejak pembukaan pendaftaran pada 1 Januari 2014, kami hanya melayani rata-rata lima hingga 10 pemohon, tapi sejak 3 Januari melonjak hingga 980 pemohon per hari,” kata Kepala BPJS Kota Bekasi Agus Saifuddin di Bekasi, Selasa.

Menurut dia, para pemohon yang dilayani kantor cabang BPJS Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, adalah warga yang berasal dari Kota/Kabupaten Bekasi. Tingginya lonjakan pemohon, kata dia, dipengaruhi telah habisnya masa libur dan cuti bersama selama Natal dan Tahun Baru 2014 para pegawai.

“Selain itu, sosialisasi melalui media massa juga sedang gencar,” katanya.

Dikatakan Agus, kondisi itu membuat pihaknya keteteran dalam melayani para pemohon akibat jumlah pegawai yang tidak sebanding. “Terpaksa kami batasi jumlah pemohon maksimal 100 formulir per hari,” katanya.

Menurut dia, di kantor layanan tersebut hanya terdapat enam petugas yang aktif melayani pemohon. “Bahkan, para petugas itu terpaksa lembur dengan bekerja mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB. Padahal idealnya hanya delapan jam,” katanya.

Kendati demikian, petugas dapat meng-input rata-rata empat orang pemohon dalam satu berkas pendaftaran.

“Satu berkas pendaftaran bisa memuat seluruh keluarga. Rata-rata empat orang. Jadi petugas bisa melayani 400 pemohon per hari,” katanya.

Pantauan di lokasi melaporkan, ratusan pemohon nampak antre mengular hingga ke area parkir kantor BPJS karena daya tampung kantor yang tidak memadai. Pada bagian pintu masuk kantor nampak tiga petugas tengah berjaga, yang terdiri dari petugas pembagi nomor antrean dan dua petugas sosialisasi.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara