[ad_1]

BUMN Bakal Galang Dana Rp 100 T dari Pasar Modal
Oleh Rausyan Fikry | Minggu, 12 Maret 2017 | 20:41

Gedung Kementerian BUMN. Foto: sp.beritasatu.comGedung Kementerian BUMN. Foto: sp.beritasatu.com

KUTA
Badan usaha milik Negara (BUMN) dan anak usahanya bakal menggalang dana sekitar
Rp 100 triliun dari pasar modal tahun ini. Mayoritas dana akan dihimpun melalui
emisi obligasi dengan target Rp 65 triliun. Sisanya dipenuhi dari penawaran
umum perdana (initial
public offering
/ IPO)
saham, sekuritisasi aset, dan penambahan modal melalui hak memesan efek
terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

 

Deputi Kementerian BUMN
Bidang Restruktruisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro mengungkapkan,
untuk memenuhi penggalangan dana dari IPO, tahun ini akan ada sembilan anak
usaha BUMN yang menggelar IPO saham dengan target Rp 20 triliun.

 

“Setidaknya tiga anak usaha
BUMN akan melaksanakan IPO saham per kuartal yang dimulai pada kuartal II–2017.
Anak usaha BUMN ini akan melepas 20-25% saham,” ujar Aloysius di Kuta, Badung,
Bali, Jumat (10/3).

 

Dia menjelaskan, anak usaha
BUMN yang akan melangsungkan IPO saham berasal dari sektor asuransi,
penerbangan, infrastruktur, dan energi. Saat ini belum ada anak usaha BUMN yang
mengajukan dokumen sebagai permulaan proses IPO saham. “Perusahaan-perusahaan
tersebut masih menunggu hasil audit untuk dipakai saat proses go
public
,”
tutur dia.

 

Sama seperti IPO saham,
kata Aloysius, pemerintah juga bakal mengatur waktu pelaksanaan emisi obligasi
perusahaan BUMN maupun anak usahanya tahun ini. “Kementerian tidak ingin
terjadi crowding
out
akibat
persaingan harga masing-masing perusahaan,” tandas dia.

 

Aloysius Kiik Ro mengaku
belum mengetahui pasti nilai emisi surat utang BUMN serta anak usahanya tahun
ini. Hanya saja, terdapat obligasi perusahaan negara senilai Rp 65 triliun yang
jatuh tempo tahun ini dan harus dibiayai kembali (refinancing).
“Angka itu belum memperhitungkan issuer baru,” ucap dia.

 

Dia menambahkan, tahun ini
dua perusahaan BUMN dan anak usahanya bakal melakukan sekuritisasi aset di
pasar modal. Kedua perusahaan itu adalah anak usaha PT Perusahaan Listrik
Negara (PLN) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang masing-masing akan melakukan
sekuritisasi aset hingga Rp 10 triliun dan Rp 2 triliun.

 

Menurut Aloysius, ada satu
pembangkit listrik milik anak usaha PLN yang bakal disekuritisasi dan
dimonetisasi tahun ini. “PLN sedang mengundang selling
agent
dalam
rangka sekuritisasi tersebut,” tutur dia.

 

Adapun untuk penerbitan
saham baru, kata dia, bakal dilaksanakan dua anak usaha BUMN, yaitu PT Bank
Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) dan PT PP Properti Tbk (PPRO). Bank
Agroniaga dan PP Properti membidik perolehan dana masing-masing sekitar Rp 796
miliar dan Rp 1,5 triliun. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/dapen-diharapkan-lebih-manfaatkan-pasar-modal/157562


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!

[ad_2]

Source link