Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki tugas mengembangkan pasar modal. Salah satunya dengan memperbanyak produk saham untuk disajikan kepada para investor.

Tahun ini BEI menargetkan bisa menjaring sekitar 30 emiten baru. Hingga saat ini total emiten baru yang masuk sejak awal tahun sebanyak 21 perusahaan, dengan total dana yang dihimpun Rp 4,1 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, mengaku yakin target tahun ini bisa tercapai. Apalagi sudah ada 10 perusahaan yang menyatakan minatnya melakukan initial public offering (IPO) tahun ini.

Samsul mengungkapkan, BEI memang punya cara tersendiri menarik perusahaan keluarga menjadi perusahaan go public. Salah satunya dengan melakukan pendekatan langsung.

“Jadi sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi keinginan perusahaan untuk melakukan IPO. Kami dari tahun ke tahun selalu mengadakan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, baik sifatnya secara massal kita kumpulkan maupun secara one on one,” tuturnya saat berbincang dengan detikFinance, seperti ditulis Kamis (7/9/2017).

Cara BEI Rayu Perusahaan Jual Saham di Pasar ModalFoto: Ardan Adhi Chandra

Saat melakukan sosialisasi, tidak sedikit dari perusahaan keluarga yang masih awam tentang dunia pasar modal. Banyak pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasaran yang diungkapkan. Apalagi melakukan transformasi dari perusahaan keluarga menjadi perusahaan publik bukan hal yang sepele.

Selain itu, para perusahaan ternyata juga punya banyak alasan berbeda mengapa ingin menjadi perusahaan terbuka. Meski sebenarnya pasar modal merupakan wadah untuk mencari modal, tapi ada juga perusahaan yang hanya ingin mengubah citra saja.

“Perusahaan memang punya kebutuhan untuk IPO berbeda-beda, baik kebutuhan pendanaan capital structure, kebutuhan untuk brand image, perusahaan keputusan untuk memperbaiki good corporate governance dan kebutuhan untuk memperbaiki bisnis itu sendiri. Jadi banyak sekali alasannya untuk IPO,” tambahnya.

Kendati begitu, BEI terbilang cukup agresif dalam menarik perusahaan untuk IPO. Selain melakukan pendekatan secara personal, BEI juga sering melakukan sosialisasi dengan mengumpulkan banyak perusahaan keluarga untuk menjelaskan manfaat menjajakan saham di pasar modal.

“Kami kumpulkan bahkan sampai ratusan perusahaan. Tapi ini kan sebenarnya jangka panjang, dan mungkin dari 20 perusahan ada 10 yang minat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, BEI juga memanfaatkan emiten-emiten yang sahamnya sudah tercatat di pasar modal untuk membantu melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan lainnya.

“Jadi kami juga menggunakan perusahaan lain yang sudah IPO. Mereka kan biasanya punya komunitas untuk menyampaikan kepada teman-teman mereka, manfaat, benefit yang bisa mereka peroleh setelah menjadi perusahaan publik,” kata Samsul.

Namun sebesar apapun usaha BEI, tentu keputusan untuk melakukan IPO tetap di tangan perusahaan. Calon emiten diimbau juga memperhatikan kondisi makro perekonomian dan iklim politik agar penyerapan saham saat IPO bisa maksimal. (wdl/wdl)



Source link