JAKARTA – Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memeriahkan World Investor Week IOSCO, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar kampanye industri pasar modal berskala nasional, yakni Indonesia Investment Festival (INVESTIVAL) 2017. Festival dengan tema “Investing is Interesting” ini digelar di lebih dari 25 kota di Indonesia.

Melalui kegiatan INVESTIVAL 2017 diharapkan BEI dapat menyebarluaskan semangat berinvestasi kepada seluruh lapisan masyarakat melalui kegiatan pameran “Yuk Nabung Saham” yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun sebelumnya, BEI melaksanakan kegiatan pameran yaitu “Pesta Reksa Dana”, “Festival Pasar Modal Syariah” dan “Indonesia Investment Festival 2016” yang berhasil menjaring investor-investor baru di pasar modal Indonesia.

Kegiatan Investival akan diselenggarakan dalam bentuk pameran dan talk show mengenai perencanaan keuangan dan investasi di pasar modal Indonesia. Kegiatan Investival ini diharapkan dapat mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi di pasar modal dengan cara yang menarik. Selain itu dapat mengubah mindset masyarakat yang menganggap berinvestasi saham itu butuh modal besar dan sulit untuk dilakukan.

Pameran tiga hari yang berlangsung pada 27-29 Oktober 2017 akan mengisi Investival 2017 yang diikuti 25 booth yang terdiri atas Anggota Bursa (Sekuritas), Manajer Investasi, Perusahaan Tercatat, OJK, SRO dan pendukung pameran lainnya. Selama pameran berlangsung juga terdapat sesi talk show bersama dengan narasumber yang berasal dari berbagai profesi mulai dari praktisi pasar modal, public figure dan investor pasar modal yang memiliki pengalaman inspiratif.

Investival yang berlangsung di Kelapa Gading, Jakarta ditargetkan dikunjungi 6.000 ribu orang calon investor yang terdiri atas wiraswasta, mahasiswa, karyawan, dan ibu rumah tangga. Juga para investor pasar modal (SID), capital market stakeholders (pegawai SRO, emiten, OJK) dan masyarakat umum.

Sebelum pameran berlangsung, akan digelar preevent yang berupa kegiatan kuis dan kompetisi di sosial media, parade CFD serentak di Jakarta dan 26 kantor perwakilan BEI di seluruh Indonesia. Juga diadakan edukasi melalui media sosial, Sekolah Pasar Modal bersama Industri Keuangan, serta Social Media Influencer Visit. Kegiatan Investival 2017 akan memberikan beragam customer experience, di antaranya berbagai hiburan, dan doorprize.

Para pembicara di antaranya Ellen May, Safir Senduk, Ryan Filbert, Lukas Setia Atmaja, Linda Lee, Aria Santoso, Adrian Maulana, dan Testimoni dari Investor yaitu Widi Mulia (Artis) dan Aab Abdulah (Supir Taksi Online). Dengan tema talk show antara lain Stepping Stones to Reach The Mountain, Saham Investasi Sang Millenial,  Trading VS Investing, The Fruit of Passion and Patience, From Zero to Hero, Memetik Berkah Saham Syariah, KB2 (Keluarga Berencana, Keluarga Berinvestasi),  How to Read Stock Charts Like a Book, Sibuk? Mager? Reksadana aja!, dan Technological Needs in Stock Market. Regulator juga akan menyampaikan mengenai Waspada Investasi Bodong.

Saat ini, dari 250 juta penduduk yang tersebar di Indonesia, baru 600.810 investor yang tercatat berinvestasi di pasar modal Indonesia dan memiliki SID (Single Investor Identification). Fakta ini menunjukkan  masih sangat sedikit penduduk Indonesia yang  berinvestasi di pasar modal. Artinya, potensi calon investor masih sangat besar.    

Iklim investasi di Indonesia pada tahun 2017 ini sedang dalam kondisi yang kondusif. Hal ini terlihat dari berbagai aspek, salah satunya dari penurunan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Seven Days Repo Rate) yang menyentuh angka 4,25%. Penurunan suku bunga ini menjadi angin segar bagi perkembangan pasar modal di Indonesia. (TIM BEI)

(kmj)



Source link