JATINEGARA — Pos Koordinasi (Posko) Penanganan Korban Banjir Kampung Pulo, Jakarta Timur (Jaktim) telah menampung sedikitnya dua ratus orang korban banjir, yang dievakuasi Pemkot Jaktim. Posko ini dipusatkan di kantor Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jaktim.

Mayoritas pengungsi adalah perempuan dan anak-anak, namun terdapat pula orang tua lanjut usia (lansia) dan sejumlah pemuda yang juga ikut mengungsi.

Sekitar pukul 23.45 WIB, mereka sempat disambangi Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Kedatangan Jokowi langsung disambut dengan penuh antusias oleh para pengungsi korban banjir Kampung Pulo. Serentak mereka melambaikan tangan bersama-sama sambil berkata: “Pak Jokowi…Pak Jokowi…”.

Sebelum memasuki posko pengungsi, Jokowi sempat berkoordinasi dahulu dengan para petugas Sudinkes Jaktim dan petugas lainnya. Mereka berdiskusi soal logistik bagi pengungsi.

Sesaat kemudian, terdengar pula Jokowi berkata kepada staf-stafnya: “Oke, kalau begitu, bagikan saja beras yang ukuran kecil, sama buku juga ya,” perintah Jokowi kepada staf-nya. Staf tersebut pun segera berkata: “Baik Pak”.

Lalu Jokowi segera memasuki posko pengungsian. Jokowi mengunjungi beberapa titik pengungsian. Pertama yang dikunjungi adalah pengunsi yang membawa seorang bayi mungil. Jokowo pun berbincang hangat dengan sang ibu dan bercanda dengan bayi mungil itu.

Ibu sang bayi itu secara spontan mendo’akan Jokowi dan mengelus-elusnya dengan wajah ceria. Jokowi pun sempat merangkul dan menggendong sang bayi mungil itu. Terdengar beberapa kali Jokowi mengucapkan: “Amin, Amin, Makasih Bu,” ucapkan Jokowi.

Terhitung lebih dari dua menit Jokowi bercakap-cakap bersama sang ibu dan bayinya tersebut. Kemudian Jokowi pun menghampiri pengungsi lainnya. Jokowi tak sungkan-sungkan bersalaman dengan sejumlah pengungsi, bahkan ada yang mencium tangan Jokowi.

“Belum tidur? Ayo, tidur sana, biar besok segar,” kata Jokowi kepada para pengungsi korban banjir. Serentak korban banjir pun menjawab: “Belum Pak, belum ngantuk, mau ketemu Pak Jokowi,” ujar para pengungsi tersebut.

Selesai bercengkrama dengan para pengungsi, para staf Jokowi pun segera membagikan beras dan buku dari dalam truk untuk para pengungsi. Terdengar para petugas berkata: “Bapak dan ibu duduk saja, tidak usah ke depan ramai-ramai, semua kebagian,” ujar petugas mencoba mengatur pengungsi banjir.

Sejurus kemudian mobil truk masuk, lalu pintu dibuka, dan para staf pun segera menyusun barisan, berjejer rapi, untuk mendistribusikan beras dri mobil truk.

Beras-beras itu dibagikan dengan sistem “lepas-sambut” agar cepat terdistribusi ke para pengungsi korban banjir. Kemudian menyusul pembagian buku tulis gratis kepada para pengungsi. |Redaktur : Joko Sadewo/ROL|