[ad_1]

JAKARTA – Indonesia telah menggelar pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bersamaan di 6 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten.

Senior Analis Binaartha Sekurita Reza Priyambada mengatakan, berbeda dengan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu), Pilkada serentak ini tidak menganggu stabilitas perdagangan di pasar modal Indonesia.

“Feelnya itu beda, antara pilkada dengan pilpres,” jelas dia kala dihubungi Okezone.

Menurutnya, hal ini lantaran kebijakan yang lahir dari hasil Pilkada kelak bersifat regional, sehingga tidak begitu berimbas pada pasar saham. Dia melanjutkan, meskipun ada beberapa situasi yang panas seperti di DKI Jakarta, namun secara keseluruhan tidak mempengaruhi kondisi pasar.

Reza menilai pasar lebih menanti stabilitas keamanan dan politik pasca-Pilkada, baik di Jakarta maupun di seluruh Indonesia. “Sejauh ini belum ada pengaruh karena walaupun ada konflik itu belum sampai mengganggu kondisi pasar,” tambahnya.

[ad_2]

Source link