JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ada tren shifting pembiyaan pembangunan dari perbankan ke pasar modal. Kondisi tersebut, tercermin dari pertumbuhan penghimpunan dana di pasar modal pada Oktober yang naik 20% menjadi Rp197 triliun dari September sebesar Rp163 triliun.

Sebaliknya, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan justru mengalami perlambatan. Pada Oktober raihan DPK tercatat sebesar Rp326 triliun. Adapun persentase pertumbuhannya, menurun menjadi 10,95% dari pertumbuhan September sebesar 11,69% (yoy).

Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Imansyah mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal serta likuiditas perbankan bersifat komplemen, sehingga tidak dapat diperbandingkan. Menurutnya, peningkatan penghimpunan dana di pasar modal diyakini Imansyah tidak berpotensi menekan likuiditas perbankan.

“Jangan berpikir bahwa ketika nanti pengerahan dana di pasar modalnya naik, ada tekanan likuditas di perbankan, kayaknya enggak,” ujarnya di Kantor OJK, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Baca Juga: Tumbuh 20%, OJK Catat Dana Perbankan Mulai Migrasi ke Pasar Modal

Di samping itu, likuiditas perbankan saat ini masih cukup memadai tercermin dari prosentase Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada pada posisi 88%. Artinya, perbankan masih menunjukkan kemampuan dalam menyediakan dana kepada debiturnya. Imansyah menjelaskan, kenaikan penghimpunan dana di pasar modal disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah terjadinya penurunan suku bunga dana perbankan.

“Cost masuk ke pasar modal lebih murah, kalau pinjem duit ke bank harus memenuhi persyaratan segala macam, kemudian lihat pergerakan suku bunga makin turun , sehingga dia masuk ke pasar modal,” jelas dia.

Baca Juga: Bos BEI Khawatirkan Kondisi Pasar Modal di Juni Tahun Depan, Ada Apa?

Namun, Imansyah menegaskan baik penghimpunan dana di pasar modal maupun DPK perbankan saat ini masih tumbuh secara positif. Perlambatan di salah satu sisi tidak bersifat korelasi. “Bukan kalau di sininya naik di sininya turun, enggak. Ini kita pengin dua-duanya naik. Pasar modalnya naik, di perbankan likuditas juga ada,” tukas dia.

(mrt)



Source link