[ad_1]

Nurhaida, Peserta DK OJK 2017

Nurhaida, salah satu peserta DK OJK 2017 (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

Saat ini dana repatriasi dari program pengampunan pajak (tax amnesty) yang masuk ke pasar modal mencapai Rp 9 triliun, melonjak dari posisi pertengahan Januari lalu yang sebesar Rp 2 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, sebagian besar dana repatriasi tersebut masuk ke reksa dana.

“Reksadana sekitar 20 persen lebih. Kemudian ada di KPD (kontrak pengelolaan dana) terpecah-pecah, di reksadana kalau tidak salah Rp 1,5 triliun, kemudian di saham Rp 400 miliar,” kata Nurhaida ketika ditemui kumparan (kumparan.com) dan media lainnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (10/3).

Menurut Nurhaida, secara umum arus dana dari program amnesti pajak biasanya masuk dengan deras menjelang periode akhir pelaksanaan amnesti pajak. Dana tersebut pertama kali masuk ke perbankan yang ditunjuk sebagai gateway kemudian mulai diinvestasikan ke produk-produk pasar modal.

“Setelah dana ini mengendap di suatu gateway, kemudian pemilik dana kelihatannya mulai mencari instrumen yang bisa berikan return yang sesuai dengan harapan mereka. Dan itu kebanyakan adalah produk-produk pasar modal. Produk pasar modal pada dasarnya berikan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk perbankan. tentunya dengan kemudian masing-masing ada plus minus, ada risk ada return,” tuturnya.

Ia menambahkan, dana repatriasi yang masuk pasar modal diharapkan bisa langsung masuk ke sektor riil, seperti pada Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), serta DIRE(Dana Investasi Real Estate).

Berdasarkan situs resmi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, dana repatriasi yang telah masuk mencapai Rp 145 triliun. Deklarasi dalam negeri mencapai Rp 3.314 triliun dan deklarasi luar negeri mencapai Rp 1.019 triliun.

[ad_2]

Source link