[ad_1]

Rabu, 20 Juli 2016 | 17:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah akhirnya membuka kembali ijin impor jeroan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah meneken Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 34 Tahun 2016. Saat ini Permentan yang merupakan revisi Permentan No. 58 tahun 2015 tentang Pemasukan Karkas, Daging, Olahan dan atau Olahannya ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia tinggal menunggu persetujuan Menteri Hukum dan HAM.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Sri Mukartini di Jakarta,kemarin mengatakan, substansi prinsif dalam Permentan No. 34 Tahun 2016 tersebut yakni, pemerintah hanya memberikan ijin importasi karkas, daging dan atau jeroan yakni secondary cut dan jeroan seperti hati, jantung dan paru.

Menurut Sri  ada beberapa perubahan dalam Permentan yang baru tersebut. Diantaranya,  pemerintah tidak memberikan batasan pelaku impor jeroan dan kuota jumlahnya.  Permohonan rekomendasi impor tidak lagi empat bulan, tapi sepanjang tahun. Masa berlaku rekomendasi selama enam bulan.

“Artinya siapa saja bisa meminta ijin untuk importasi produk ternak tersebut. Tidak seperti Permentan No. 58 Tahun 2015, ijin impor jeroan hanya untuk BUMN,” kata Sri.  

Namun Sri mengingatkan impor jeroan hanya boleh dari negara yang bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang direkomendasikan pemerintah Indonesia, terutama telah mendapat sertifikat pemotongan hewan secara halal.

Untuk mengetahui pelaksanaan importasi, pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan importasi. Jika dalam tenggat waktu tiga bulan pelaku usaha belum melaksanakan importasi, maka pemerintah membatalkan rekomendasi tersebut.

“Nantinya tiap bulan importir harus melaporkan realisasi impor dan tiap minggu mereka juga wajib melaporkan distribusinya,” katanya.

Sri mengatakan setelah Permentan tersebut disetujui Menkum Ham, kebijakan tersebut bisa langsung diterapkan. “Sampai kini kami belum mengeluarkan rekomendasi kepada satu pun perusahaan untuk mengimpor jeroan,” tegasnya.kbc11




Graha Agung Kencana



[ad_2]

Source link