KELAPA DUA – Kerugian akibat kebakaran yang melahap gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Seorang dosen kesejahteraan sosial Fisip UI Prof Bambang Shergy Laksono, menilai gedung yang terbakar habis itu bisa mencapai Rp 5 miliar. Belum lagi isi gedung yang merupakan arsip seluruh penelitian yang diadakan di UI.

“Gedungnya saja nilainya Rp 5 miliar, belum isinya,” tutur Bambang yang juga pernah menjabat sebagai Dekan FISIP UI itu, Selasa (7/1).

Diantara arsip penting yang terbakar, setidaknya ada 3.000 buku yang dihibahkan dosen Fisip Dr Iwan Gardono Sujatmiko. Buku-buku tersebut dihibahkan Iwan ke Departemen Sosiologi FISIP UI, yang merupakan hasil belajarnya selama di Amerika Serikat.

Menurut Bambang, satu buah buku yang dihibahkan Dr Iwan harganya bisa mencapai 150-200 USD. “Jadi tinggal dikalikan saja,” tuturnya.

Ludesnya gedung yang menjadi gudang arsip tersebut tentu membekaskan kesedihan mendalam bagi para pecinta ilmu pengetahuan. Di ruang arsip itulah arsip-arsip penting dan hasil riset penelitian disimpan.

Arsip tersebut menjadi sangat penting bagi dosen dan mahasiswa sebagai bahan referensi. Menurut Bambang, Laboratorium sosial di gedung C yang kini tinggal puing itu adalah yang terbaik di Indonesia.

Bagi kalangan akademisi, buku dan arsip yang terbakar merupakan harta yang tak ternilai harganya. Diantara buku dan arsip yang terbakar bahkan merupakan arsip lama nan bersejarah. Sebahagian ditulis pada tahun 1950an.

“Itu pusat referensi bagi mahasiswa S2/S3 dari dalam dan luar kota untuk tesis dan disertasi mereka,” tutur Bambang yang masih mengguratkan wajah kesedihannya.

Selain tempat penyimpanan arsip dan Laboratorium Sosial, di Gedung C juga terdapat ruang perpustakaan, ruang dosen, dan ruang meeting. Di lantai dua, baru saja selesai di renovasi dan belum diresmikan. Namun api sudah menghanguskan semuanya. |ROL/Reporter : Hannan Putra|