[ad_1]

PapuaImage copyright
EKO WIDIANTO

Image caption

Mahasiswa Papua dianggap menghina lambang negara.

Polisi di Malang Kota, Jawa Timur, menangkap 26 mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berunjuk rasa menuntut referendum di depan Balai Kota Malang, hari Rabu (15/06).

Para mahasiswa tersebut dianggap tidak memiliki izin demonstrasi dan juga dinilai menghina lambang negara.

Soal tuduhan tak punya izin dibantah oleh salah seorang peserta aksi.

Dalam aksinya mereka memprotes kebijakan pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta penanganan kasus pelanggaran HAM di Papua dan menuntut referendum untuk menentukan nasib sendiri, yang diawasi pemantau internasional.

Mereka juga membentangkan bendera bintang kejora.

“Ada lambang bendera Merah Putih dicoret, ya sepeti itu kita akan cek,” jelas Kapolsek Klojen, Kompol Teguh Priyowarsono.

Aksi hanya berlangsung tak lebih dari sepuluh menit, kemudian polisi mengangkut puluhan mahasiswa dan poster serta selebaran untuk dijadikan barang bukti.

Tiga orang yang dianggap sebagai pimpinan diperiksa di ruang Reserse Kriminal Polres Malang Kota untuk dimintai keterangan.

‘Pelanggaran HAM’

Image copyright
EKO WIDIANTO

Image caption

Puluhan mahasiswa Papua dibawa ke kantor polisi di Malang.

Dalam aksinya mereka memprotes Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM yang membentuk tim pencari fakta untuk penanganan kasus pelanggaran HAM di Papua.

Mereka menilai tim tersebut hanya berupaya untuk membangun opini di dunia internasional jika Indonesia serius memperhatikan pelanggaran HAM.

Menurut mereka pelanggaran HAM tak hanya 14 kasus penyiksaan dan pembunuhan yang didata Kepolisian Daerah Papua.

Pelanggaran juga ‘menyangkut pembungkaman ruang demokrasi, perampasan tanah, pembalakan liar, dan banyak kasus HAM yang berkaitan dengan hak ekonomi, sosial, dan politik’.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui

Menkopolhukam berjanji menyelesaikan 11 kasus dugaan pelanggaran HAM di Papua, termasuk kasus Biak Numfor 1998 dan peristiwa Paniai 2014.

Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Papua nyaris bentrok dengan Forum Komunikasi Putra Putri TNI Polri, yang ‘menghadang’ puluhan mahasiswa Papua.

[ad_2]

Source link