compact_bursa_jepangTOKYO – Stimulus fiskal Jepang senilai 10,3 triliun yen (US$116 miliar) diperkirakan hanya akan menambah kurang lebih seperempat dari jumlah tenaga kerja yang diperkirakan pemerintah. Citigroup Inc. mengatakan kendati dilengkapi dengan pelonggaran kebijakan bank sentral, kebijakan Pemerintah Jepang itu tidak akan berdampak terlalu jauh terhadap proyek pekerjaan umum.

Citigroup memperkirakan stimulus itu hanya akan menciptakan 100.000 tenaga kerja sementara BNP Paribas SA memperkirakan angka 150.000 tenaga kerja. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan pemerintah yang sebesar 600.000 tenaga kerja.

“Stimulus fiskal itu seperti morfin, karena jika kamu ingin menjaga efeknya pada level yang sama, kamu harus terus meningkatkan dosisnya,” ujar Azusa Kato, ekonom BNP Paribas di Tokyo. (maria y.benyamin/yus)