Bisnis.com, JAKARTA- Nilai emisi penerbitan obligasi korporasi sepanjang tahun berjalan ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan penerbitan obligasi korporasi tahun lalu.

 

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, hingga 28 Mei 2015 ada sekitar 27 perusahaan dengan nilai Rp27,09 triliun penerbitan obligasi yang sudah terealiasi. Sedangkan, pada periode yang sama tahun lalu hanya tercatat 17 perusahaan dengan nilai Rp15,68 triliun.

 

Adapun, obligasi korporasi diperkirakan masih marak terbit hingga akhir tahun ini, seiring masih besarnya sisa emisi obligasi jatuh tempo. Emisi surat utang korporasi yang jatuh tempo pada kuartal II/2015 tersisa Rp3,53 triliun.

 

Desmon Silitonga, analis PT Millenium Capital Management mengatakan maraknya penerbitan obligasi korporasi akan berlanjut pada semester II nanti. Menurutnya, kondisi perekonomian Indonesia pada semester II akan lebih baik sehingga banyak korporasi yang melakukan ekspansi.

 

Salah satu pilihannya penerbitan obligasi. Ditambah, nilai obligasi yang jatuh tempo juga banyak, akan ada sejumlah perusahaan yang lebih memilih menerbitkan kembali obligasi jatuh tempo,” kata Desmon saat dihubungi Bisnis, Kamis (28/5).

 

Dibandingkan dengan pinjaman perbankan, katanya, pencarian dana melalui obligasi lebih murah dari sisi cost of fund. “Lihat saja obligasi Telkom kemarin, dibandingkan dengan kredit di bank yang sekitar 13%, atau lebih mahal,” jelasnya.

 

Dia memprediksi, penerbitan obligasi tahun ini bisa menyentuh angka Rp55 triliun. Meski demikian, katanya, korporasi juga perlu mewaspadai gencarnya pemerintah dalam menerbitan surat utang negara (SUN). Dia memperkirakan, bakal ada perebutan likuiditas antara pemerintah dengan korporasi

 

Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra mengatakan hingga saat ini Pefindo sudah menerima mandat sekitar Rp32,67 triliun dari 26 perusahaan yang menerbitkan obligasi semester I/2015. Dua puluh enam perusahaan itu terdiri dari 13 perusahaan pembiayaan, 5 perusahaan perbankan, 2 perusahaan telekomunikasi, 2 perusahaan properti, 1 perusahaan di sektor printing & packaging, dan 2 perusahaan perkebunan.

 

Dia optimistis nilai emisi penerbitan obligasi sepanjang semester I/2015 bisa mencapai Rp30 triliun. Sementara, pada semester II/2015 diharapkan sekitar Rp25 triliun sehingga target Pefindo Rp55 triliun dapat tercapai. “Kami optimistis bisa tercapai,” katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service – if this is your content and you’re reading it on someone else’s site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Bisnis.com