[ad_1]


Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini diberi kesempatan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membuka perdagangan saham. Adapun pembukaan perdagangan saham tersebut demi memeriahkan geliat industri pasar modal Tanah Air.

‎Menurut Anggia, investasi di pasar modal tidak dilarang dalam ajaran agama. Karena, imbal hasil dari investasi terjamin dan jelas berbeda dengan investasi bodong. “Investasi bodong itu dilarang. Investasi ada, tapi hasilnya tidak ada. Beda dengan investasi di pasar modal,” jelas Anggia, ‎‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 10 Februari 2017.

Dalam hal ini, Anggia mengaku akan terus mengedukasi ibu-ibu yang merupakan anggotanya di NU‎ agar ikut investasi lewat program bursa ‘Yuk Nabung Saham’. Ia menilai investasi sangat dibutuhkan bagi ibu-ibu.

“Mereka punya uang sedikit untuk anak-anak saja. Kita ajak mereka. Ini salah satu cara manajemen keuangan. Fatayat NU sendiri merupakan perempuan semua, ibu-bu muda,” jelas Anggia.

Kembangkan Program ‘Ngaji Investasi’

Saat ini, jumlah anggota Fatayat NU tercatat ada sebanyak 8 juta orang yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Mereka secara bertahap akan diajak berinvestasi di pasar modal. Investasi di pasar modal, lanjutnya, akan dilakukan dengan mengajak anggota Fatayat NU untuk menjalankan ‘Ngaji Investasi’. Program ini akan dijalankan dengan menggandeng BEI.



‎Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini (Foto: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

“Jadi sebenarnya namanya saja ngaji, seperti ngaji Al Quran tapi itu adalah belajar untuk berinvestasi,” jelas Anggia.

Nantinya, sambung Anggia, program ‘Ngaji Investasi’ akan digelar di 20 titik markas Fatayat NU. ‎Dengan menggelar program tersebut maka anggota tidak akan takut dengan investasi.

“‎Materinya itu tentang apa itu investasi, ada data-data juga. Baik cara mendeteksi dan menghindari investasi yang tidak benar. Kami telah gelar ‘Ngaji Investasi’ sejak tahun lalu. Sudah ada 680 peserta yang ikut dan telah digelar di enam kota. Tahun lalu dasarnya. Kita sekarang lebih ke maju” pungkas Anggia.

 

(ABD)

[ad_2]

Source link