AMERIKA SERIKAT – Gelombang serangan siber tingkat tinggi di Amerika Serikat kembali memakan korban. Serangan kali ini menghantam Bank Sentral atau Federal Reserve, yang mengonfirmasi Selasa (5/2) kalau salah satu situs web internal mereka telah dibobol

Bank Sentral Amerika. Ilustrasi/foto:Reuters

Bank Sentral Amerika. Ilustrasi/foto:Reuters

“Sistem Bank Sentral menemukan kalau informasi dicuri dengan cara memanfaatkan kerentanan sementara di situs milik vendor produk,” menurut juru bicara Bank Sentral kepada Reuters, Selasa.

“Masalah itu sudah diperbaiki tidak lama setelah ditemukan dan tidak lagi menjadi masalah. Insiden ini tidak mengenai operasi kritis dari sistem Federal Reserve.”

Entah kebetulan atau bukan, laporan mengenai serangan ke Bank Sentral diumumkan setelah kelompok hacker Anonymous mengklaim pada Ahad kalau mereka telah mencuri dan menerbitkan informasi pribadi dari empat ribu akun milik eksekutif perbankan Amerika.

Data tersebut diduga bisa saja didapat dari komputer milik bank sentral.

Bank Sentral Amerika adalah korban terbaru yang dilaporkan menjadi sasaran peretasan tingkat tinggi di Negeri Paman Sam. Sehari sebelumnya Departemen Energi mengkonfirmasi kalau jaringan komputer mereka telah disusupi peretas.

Pekan lalu, setelah surat kabar The New York Times melaporkan kalau peretas Cina telah menyusup ke komputer mereka dan mencuri password pengguna, The Wall Street Journal juga melaporkan jaringan mereka telah dibobol.

Jejaring sosial Twitter pun tak luput jadi target serangan. Perusahaan itu mengumumkan pada Jumat kalau kelompok peretas telah menembus sistem mereka, kemungkinan mencuri informasi pribadi milik 250 ribu penggunannya. |ROL|