Bisnis.com, CHICAGO – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun US$ 1,1, atau 0,09% menjadi menetap di US$ 1.188,70 per ounce.

Emas berada di bawah tekanan ketika Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,41% menjadi 97,40 pada pukul 17.50 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi para investor.

Data positif juga memberikan tekanan pada logam mulia, karena Departemen Perdagangan AS pada Senin merilis laporan pendapatan dan pengeluaran pribadi (personal) yang menunjukkan peningkatan 0,4% pada pendapatan pribadi.

Tetapi belanja konsumen tidak berubah pada April, karena penurunan dalam pengeluaran di barang tahan lama dan non barang tahan lama, masing-masing turun 0,7% dan turun 0,5%.

Sebuah laporan tambahan yang dirilis pada Senin oleh Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan indeks manufaktur, juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer (PMI), tercatat 52,8 pada Mei, naik dari angka April di 51,5.

Data ini lebih baik dari perkiraan, merupakan angka tertinggi sejak Februari, sehingga memberikan tekanan pada emas. Namun para analis mengatakan bahwa krisis Yunani mendukung harga emas.

Perak untuk pengiriman Juli turun 2,1 sen, atau 0,13% menjadi ditutup pada US$ 16,68 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 7,3, atau 0,66% menjadi ditutup pada US$ 1.104,20 per ounce.

This entry passed through the Full-Text RSS service – if this is your content and you’re reading it on someone else’s site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Bisnis.com