Bisnis.com, JAKARTA—Harga tembaga mendekati level terendah dalam tiga pekan setelah sebuah laporan menyebutkan kepercayaan konsumen di AS merosot dan pertumbuhan ekonomi China melambat sehingga mengancam permintaan dari negara pengguna logam terbanyak di dunia tersebut.

Kontrak tembaga untuk pengiriman tiga bulan di bursa London Metal Exchange naik tipis ke US$ 7.066 per metrik ton pukul 11.11 waktu Tokyo atau pukul 09.11. Harga logam tersebut dilaporkan menyentuh US$ 7.034 kemarin atau yang terendah sejak 6 Februari. Sedangkan untuk tahun ini kontrak komoditas itu turun 4%.

“Lesunya bisnis properti di China menunjukkan melemahnya permintaan,” ujar Will Yun, seorang analis komoditas pada Hyundai Futures Co. sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (26/2/2014).

Tembaga untuk pengiriman Mei di bursa Shanghai Futures Exchange naik 0,2% menjadi 49.630 yuan (US$ 8,101) per ton. Sedangkan kontrak untuk pengiriman Mei di bursa Comex New York sedikit menguat ke $ 3,2245 per pound.


Source : Bloomberg

Editor : Martin Sihombing

Mau dapat Mobil Daihatsu Ayla? Ikuti Bisnis Indonesia Writing Contest 2014. Klik caranya disini.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you’re reading it on someone else’s site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Bisnis.com