INILAHCOM. Singapura — AS mendesak Tiongkok menghentikan reklamasi di salah satu pulau di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan (LCS), dan menolak mengakui klaim Beijing atas seluruh pulau di kawasan itu.

"AS sangat prihatin dengan kecepatan pengerjaan reklamasi dan militerisasi di LCS, karena akan meningkatkan risiko salah perhitungan," ujar Menteri Pertahanan (Menhan) AS Ashton Carter dalam pidato di Konferensi Keamanan Internasional di Singapura.

Pekan lalu, pesawat AS — yang membawa kru CNN — menukik lebih rendah ke pulau buatan, dan memicu delapan peringatan dari AL Tiongkok. Pejabat AS khawatir Tiongkok sedang mengubah Kepulauan Spratly sebagai zona militer.

Pentagon melaporkan Tiongkok juga memindahkan sejumlah artileri ke pulau buatan, yang membuat sejumlah pulau yang diklaim dan dikuasi Vietnam, Filipina, dan negara-negara lain, masuk jarak tembak militer Tiongkok.

Carter juga mengatakan tidak ada negara yang mampu mereklamasi sedemikian cepat kecuali Tiongkok. "Butuh waktu lama mereklamasi 2.000 hektar, tapi Beijing hanya butuh 18 bulan," ujar Carter.

Tidak hanya Tiongkok, sejumlah negara juga membangun beberapa pulau buatan.

Berbeda dengan Carter, Senator John McCain mendesak Washington memberi senjata canggih kepada Vietnam, agar Tiongkok tidak sendirian berkuasa di Laut Cina Selatan.

Inilah.com – Headline