INILAHCOM. Istanbul — Sepekan sebelum pemilu parlemen Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan punya cara unik mengangkat kemenangan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party), yaitu menggunakan isu pembebasan Yerusalem.

“Penaklukan adalah Mekkah. Penaklukan adalah Saladin. Kibarkan lagi bendera Islam di Yerusalem,” demikian Erdogan berpidato di depan rakyatnya.

“Penaklukan adalah Warisan Sultan Mehmed II. Ini memaksa Turki kembali berdiri di atas kakinya,” lanjutnya.

Erdogan menarik garis lurus antara penaklukan Yerusalem oleh Saladin, atau Salahudin al Ayubi, dan penaklukan Konstantinopel. Ia menggunakan retorika sejarah untuk menarik rakyat memilih partainya.

Tidak sekadar retorika, PM Ahmed Davutoglu baru saja mendedikasikan bandara di selatan negeri itu dengan nama Bandara Saladin.

“Nama Saladin adalah representasi Kurdi, Turki, dan Arab. Dia adalah pemimpin kami,” ujar Davutoglu, dalam pidatonya.

Saladin, masih menurut Davutoglu, adalah simbol yang menyatukan. Jadi, lanjutnya, semua yang mengklaim Yerusalem adalah kota suci Yahudi harus malu.

“Kami memilih nama Saladin untuk mengirim pesan, dengan pertolongan Allah, bahwa Yersalem akan selalu menjadi milik orang Kurdi, Turki, dan Arab. Kota untuk orang-orang Muslim,” demikian Davutoglu.

Jajak pendapat sementara menunjukan Partai Keadilan dan Pembangunan kemungkinan kehilangan mayoritas suara, setelah 12 rahun menguasai parlemen.

Inilah.com – Headline