INILAHCOM. Hyderabad — Bencana gelombang panas India yang menelan 2.200 korban tewas diharap segera berakhir, menyusul hujan yang mengguyur sejumlah negara bagian sepanjang Minggu (31/5).

Times of India menulis dalam beberapa pekan ke depan badai akan melanda barat daya India, dan cuaca perlahan mendingin. Namun dua negara bagian Andhra Pradesh dan Telanggana — yang paling banyak menderita gelombang panas — masih harus menunggu beberapa hari lagi sebelum hujan turun.

Situs channelnewsasia melaporkan petir melanda dua negara bagian itu, tapi hujan belum turun. Suhu masih 45 derajat pada siang hari.

Biro Cuaca India memperingatakn suhu juga masih belum berubah di negara-negara bagian sebelah selatan, barat, dan utara India.

Tulsi Rani, pejabat Penanggulangan Bencana, mengatakan 1.636 orang tewas di Andhra Pradesh. Di Telanggana, 541 orang terpanggang terik matahari dalam sepuluh hari terakhir.

"Setiap tahun orang miskin India harus mati terpanggang panas," ujar Rani kepada AFP. "Korban tahun ini melampaui rekor 1995. Saat itu, 1677 orang meninggal di jalan-jalan akibat panas."

PM Narendra Modi mendesak semua orang menghindari aktivitas luar ruang selama cuaca panas, seraya menunggu hujan turun membahasahi India.

Press Trust of India melaporkan 21 orang tewas di negara bagian Orissa. Di Delhi, suhu masih 43 derajat celius pada sore hari, yang mengindikasikan kawasan ibu kota masih akan terpanggang matahari dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah India mengatakan suhu puncak musim panas tahun ini lima derajat lebih tinggi dari biasanya. Monsun tahunan, yang diperkirakan tiba di Kerala pada 30 Mei, juga datang terlambat dari Teluk Benggala.

Monsun diperkirakan baru tiba hari ini, lalu menyapu wilayah kering India dalam beberapa pekan ke depan. Setelah itu India terbebas dari gelombang panas.

Inilah.com – Headline