INILAHCOM, Jakarta – Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti,
merilis surat resmi jelang keluarnya sanksi FIFA untuk Indonesia 29
Mei mendatang.

FIFA sudah mengirimkan surat kepada PSSI terkait batas waktu
menyelesaikan konflik dengan Pemerintah, dalam hal ini Menteri Pemuda
dan Olahraga.

Konflik ini bermula saat Menpora mengeluarkan SK Menpora Nomor 01307
tentang pembekuaan PSSI 17 April lalu yang tak mengakui organisasi
pimpinan La Nyalla, yang terpilih sebagai ketua umum PSSI melalui
Kongres Luar Biasa (KLB) 18 April di Surabaya.

Segala upaya sudah dilakukan PSSI untuk mencabut surat pembekuaan
tersebut, termasuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara
(PTUN). Setelah menjalani sidang, PTUN mengeluarkan putusan sela yang
menunda pemberlakuan SK Menpora terkait pembekuaan PSSI.

Namun, putusan sela yang dikeluarkan PTUN diyakini tak mengubah
pendirian FIFA memberikan sanksi kepada Indonesia. Hal itu tertuang
dalam surat yang dirilis La Nyalla sebagai berikut:

Bismilahirrohmannirrohim

Assalamu'alaikum Wr Wb

Kepada yth,

Seluruh rakyat Indonesia,
Khususnya pecinta dan keluarga besar sepak bola Indonesia

Melalui pesan singkat ini, saya sampaikan update informasi dari arena
kongres FIFA bahwa posisi FIFA tetap pada keputusan mereka yang telah
disampaikan melalui suratnya kepada PSSI, bahwa FIFA akan menjatuhkan
sanksi suspension terhadap sepak bola Indonesia selama Menpora tidak
mencabut SK nomor 01307 tahun 2015 tentang Sanksi Administratif
terhadap PSSI.

Saya memohon maaf kepada seluruh pecinta dan keluarga besar sepak bola
Indonesia bahwa upaya dan usaha PSSI agar Menpora mencabut SK tersebut
belum berhasil sampai hari ini. Meskipun kita semua mengetahui bahwa
telah banyak pihak, mulai dari Wakil Presiden, DPR dan DPD RI, Ketua
Umum KONI dan KOI, juga PWI, tokoh masyarakat hingga istri para pemain
sepak bola dan masyarakat luas, menyuarakan hal yang sama; yakni
meminta Menpora mencabut SK pembekuan PSSI demi menghindarkan
Indonesia dari sanksi FIFA. Namun Menpora masih bersikukuh dengan
sikapnya. Sehingga penjatuhan sanksi FIFA semakin menjadi keniscayaan
seiring batas waktu yang diberikan FIFA hingga tanggal 29 Mei 2015.

Sekali lagi, atas nama PSSI, saya memohon maaf kepada seluruh rakyat
Indonesia, khususnya para pecinta dan keluarga besar sepak bola
Indonesia, terutama pemain, pelatih, wasit dan suporter serta pelaku
industri sepakbola. Masa depan sepak bola Indonesia kini diujung
tanduk.

Timnas akan berhenti. Ratusan pemain timnas, dari tim senior, U23,
U19, U16 dan U14 girl, yang siap menyongsong even internasional di
tahun 2015 ini terpaksa harus kecewa.

Ribuan suporter pendukung Timnas tak akan bisa lagi memberi semangat
tim Garuda yang merumput demi nama Indonesia.

Denyut nadi sepak bola yang memompa dinamika sosial dan ekonomi akan
berhenti. Dan yang tak kalah penting, olahraga pemersatu dan perekat
bangsa ini akan mati suri.

Semoga sisa waktu dua hari yang kita miliki mampu dimanfaatkan oleh
Menpora untuk mengambil keputusan terbaik bagi bangsa Indonesia dengan
mencabut SK tersebut.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

La Nyalla M. Mattalitti

Presiden PSSI

Inilah.com – Headline