INILAHCOM, Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan bahwa kinerja emiten ritel terutama makanan dan pakaian pada periode bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri berpeluang mencatatkan pertumbuhan menyusul konsumsi masyarakat yang tinggi.

"Secara historis, pada bulan puasa dan Lebaran konsumsi masyarakat akan meningkat terutama untuk makanan dan pakaian, kedua sektor itu akan mengalami pertumbuhan positif pada masa puasa dan Lebaran," ujar Ito Warsito di Jakarta, Senin (1/6/2015).

Menurut dia, meningkatnya konsumsi masyarakat pada periode itu juga dapat menggerakkan perekonomian di dalam negeri untuk berakselarasi. Apalagi, belanja infrastruktur pemerintah juga akan segera dieksekusi pada kuartal ketiga dan keempat.

Ia menambahkan bahwa emiten sektor itu akan mengeluarkan beberapa inovasi dalam menarik minat masyarakat terhadap produk-produk yang diluncurkan, dengan begitu penjualan emiten ritel itu memiliki proyeksi pendapatan yang bagus.

Sepanjang kuartal I 2015, salah satu emiten yang masuk dalam sektor ritel yakni Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat laba bersih sebesar Rp81,58 miliar, tumbuh dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp50,96 miliar, Matahari Departement Store Tbk (LPPF) mencatat laba sebesar Rp184,97 miliar, naik dari periode sama tahun sebelumnya Rp123,10 miliar.

Sementara itu pada periode yang sama, Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp38,76 miliar dari laba bersih Rp11,22 miliar, dan Hero Supermarket juga mencatatkan rugi sebesar Rp33,19 miliar dari laba Rp55,34 miliar.

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan bahwa bulan puasa akan menjadi momentum bagi emiten sektor ritel untuk menggenjot kinerja lebih baik untuk ke depannya.

"Penopang emiten ritel adalah konsumsi masyarakat, secara historis pada periode itu konsumsi makanan maupun pakaian membaik," katanya. [tar]

Inilah.com – Headline