INILAHCOM, Paris – Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) meminta kongres FIFA yang akan diselenggarakan pada Jumat (29/5/15) agar ditunda setelah beberapa anggota FIFA ditangkap karena kasus korupsi.

Sejumlah orang terdiri dari wakil presiden FIFA, pejabat, serta anggota FIFA, serta sejumlah petinggi perusahaan pemasaran olahraga, ditangkap FBI karena kasus korupsi, pemerasan, dan konspirasi.

Sebagian besar kasus korupsi ini terkait dengan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022, yang masing-masing jatuh ke tangan Rusia dan Qatar.

Bagi UEFA, hal ini membuktikan bahwa korupsi dan tindak kejahatan lainnya telah mengakar di badan sepak bola tertinggi di dunia itu.

“Kejadian hari ini menunjukkan, sekali lagi, bahwa korupsi berakar mendalam dalam kebudayaan FIFA. Ada kebutuhan agar FIFA secara keseluruhan di “bangun kembali dari awal” dan dilakukan reformasi yang sesungguhnya,” demikian kutipan pernyataan dari situs resmi UEFA.

Selanjutnya, UEFA menyarankan agar Kongres FIFA ke-65 yang dijadwalkan pada 29 Mei 2015 mendatang ditunda. Kongres tersebut mengagendakan pemilihan presiden baru.

“Kongres FIFA yang akan datang beresiko menjadi lelucon dan karena itu asosiasi seluruh Eropa akan mempertimbangkan dengan hati-hati apakah mereka perlu menghadiri Kongres dan mengingatkan sebuah sistem, yang, jika tidak dihentikan, pada akhirnya akan membunuh sepak bola,” demikian penggalan pernyataan UEFA.

Selanjutnya, UEFA akan mengadakan rapat dengan para anggotanya pada Kamis (28/5/15) waktu setempat untuk mempertimbangkan langkah yang akan diambil untuk melindungi sepak bola.

Anggota Komite Eksekutif UEFA juga dengan tegas menyuarakan perlunya pergantian kepemimpinan FIFA.

“(UEFA) sangat percaya bahwa Kongres FIFA harus ditunda, dan proses baru pemilihan Presiden FIFA dirancang dalam enam bulan ke depan,” demikian bunyi akhir pernyataan UEFA.

Presiden FIFA saat ini dijabat oleh Sepp Blatter. Pria berusia 79 tahun itu telah menduduki posisinya sejak 1998.

Inilah.com – Headline