INILAHCOM, Jakarta – Pelemahan rupiah terhadap Dolar AS berdampak negatif terhadap pergerakan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pekan ini. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan biaya produksi pada emiten farmasi.

"Pasar yang tengah kurang kondusif ditandai dengan melemahnya rupiah atas dolar AS hingga menembus Rp13200 telah berdampak negatif atas pergerakan emiten farmasi Kalbe Farma Tbk (KLBF) pekan ini," kata David Sutyanto analis Riset First Asia Capital kepada INILAHCOM di Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Ia menambahkan, harga saham KLBF pada perdagangan 27 Mei lalu sempat anjlok ke level terendahnya sepanjang tahun ini di Rp1.740, sebelum akhirnya berhasil rebound kemarin namun masih ditutup di Rp1.755.

"Adanya peningkatan biaya produksi terhadap emiten farmasi, terutama bahan baku akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS mengingat ketergantungan yang tinggi akan bahan baku impor," kata dia.

Dari sisi kinerja tahun lalu penjualan neto perseroan mengalami perlambatan pertumbuhan hanya

tumbuh 8,5% mencapai Rp17,37 triliun dibandingkan tahun 2013 lalu yang tumbuh 17,35%. Sedangkan

laba bersih tahun lalu juga tumbuh hanya 5,75% dibandingkan tahun 2013 yang tumbuh 10,7%.

Laba bersih perseroan tahun lalu mencapai Rp2,06 triliun. Earning Price per Share (EPS) tahun 2014 sebesar Rp44. Perlambatan pertumbuhan ini masih berlanjut tahun ini, seperti tercermin dari kinerjanya sepanjang kuartal I-2015 yang penjualan bersih hanya tumbuh 4,4% melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal I-2014 yang mencapai 16,5%.

Penjualan bersih kuartal I-2015 mencapai Rp4,24 triliun. Sedangkan laba bersih kuartal I-2015 tumbuh 7,2% mencapai Rp528,66 miliar dari kuartal I-2014 sebesar Rp493,10 miliar.

Marjin bersih kuartal I-2015 mencapai 12,45% naik dari kuartal I-2014 sebesar 12,12%. Penjualan neto tahun ini diperkirakan tumbuh 10% melambat dari perkiraan sebelumnya sebesar 17% atau mencapai Rp19,10 triliun.

Sedangkan laba tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 11% turun dari perkiraan sebelumnya 21,5% atau mencapai Rp2,29 triliun. Earning per Share (EPS) proyeksi tahun ini diperkirakan hanya Rp49.

Pada harga Rp1.755 saham KLBF ditransaksikan dengan PE 2014 di level 40 kali dan PE 35,8 untuk 2015. Rata‐rata PE industri saat ini 40x. Kondisi pasar yang bullish membuka peluang harga sahamnya ditransaksikan dengan PE 40 kalu atau mencapai target harga Rp1.960. Dengan demikian, saham KLBF punya ruang penguatan 11,7% dari harga saat ini.

Secara technical peluang penguatan akan menguji resisten di Rp1790. Sedangkan level support di Rp1725. Harga sahamnya kemarin bergerak membentuk pola bullish harami mengindikasikan sinyal bullish reversal. “Saya rekomendasikan trading buuy, stop loss di Rp1.720,” imbuhnya.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2015) hingga pukul 14.12 WIB, harga saham PT Kalbe Farma (KLBF) ditransaksikan menguat Rp10 (0,6%) ke Rp1.765 per saham. [jin]

Inilah.com – Headline