INILAHCOM, Jakarta – Pengamat energi Yusrin Usman mengungkapkan kisah pertemuan tim tata kelola migas pada 17 Desember tahun lalu.

Dia bilang, saat itu tim datang ke direktorat pengolahan Kementerian ESDM untuk diminta keterangannya terkait tata kelola di kilang-kilang yang ada di seluruh Indonesia.

Dalam penjelasan terkait kemampuan kilang terutama yang dimiliki Pertamina, juga diundang hadir ESC. Salah satu perusahaan yang ikut bermain di ranah migas nasional.

"PES juga diundang. Semua sudah digambarkan keterkaitannya, proses bisnis dan lainnya," kata Yusrin di Jakarta Senin (1/6/2015).

Lebih lanjut, Yusrin menyebutkan soal keterkaitan antara Petral, ESC, PES, Pertamina dan Kementerian BUMN, Kementerian ESDM. Dia juga menyebutkan tentang kemampuan, proses bisnis dan keuntungan Petral.

"Sudah dijelaskan dan saya ingatkan Pak Faisal Basri soal Petral. Bagaimana tiap tahun diaudit dan keuntungan 17 juta dollar," kata Yusrin.

Akhirnya, setelah semua meledak dan membuat kisruh kalangan masyarakat, dituduhkan seolah Petral berdiri sendiri.

"Digambarkan seperti remote control dan televisi. Kontrolnya di ESC dong. Kalau dianggap di sini sarang mafia (Petral), kendalinya ada di ESC dan kepala dan ekornya dipegang. Kok petral saja yang diobok-obok. Kan Petral cuma diperintah," kata Yusrin. [jin]

Inilah.com – Headline