INILAHCOM, Jakarta– Suara aneh mirip terompet dilaporkan terdengar oleh sejumlah besar orang di berbagai belahan dunia sejak musim panas 2011. Banyak menyebutnya The Sound of the Apocalypse atau Suara Kiamat.

Informasi tentang fenomena aneh itu berasal dari seluruh dunia: Amerika Serikat, Inggris, Kosta Rika, Rusia, Republik Ceko, Australia, dan sebagainya.Banyak dari mereka mengunggah video yang berisi suara aneh dari langit ke YouTube. Namun hingga kini belum dipastikan soal kebenarannya.

Menurut Elchin Khalilov, ahli geofisika Azerbaijan, suara-suara itu sebenarnya tidak bisa didengar oleh telinga normal manusia.

"Kami telah menganalisis catatan suara tersebut dan menemukan bahwa sebagian besar spektrum mereka terletak dalam kisaran infrasonik, yang tidak terdengar oleh manusia. Apa yang orang dengar adalah hanya sebagian kecil dari kekuatan sebenarnya dari suara-suara tersebut," kata Khalilov, seperti ditulis Sott.net.

Menurut dia, suara-suara itu adalah emisi suara frekuensi rendah dalam kisaran antara 20 dan 100 Hz yang dimodulasi oleh gelombang infrasonik ultra-rendah 0,1-15 Hz.Dalam geofisika, suara-suara ini disebut gelombang akustik-gravitasi yang terbentuk di bagian atas atmosfer, khususnya pada batas antara atmosfer dan ionosfer.

Ada cukup banyak penyebab mengapa gelombang tersebut dihasilkan. Di antaranya gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, dan sebagainya.

Namun, skala suara mirip terompet yang terdengar di berbagai wilayah itu, kekuatannya jauh melebihi dari yang dihasilkan oleh penyebab yang disebutkan di atas.  Untuk itu, sumber pemicu gelombang akustik-gravitasi haruslah memiliki energi dalam skala besar. Satu-satunya sumber energi dalam skala besar adalah jilatan api matahari yang kuat dan energi arus besar yang dihasilkan olehnya.

Jilatan tersebut, bersama dengan energi yang dibawanya, menuju ke permukaan Bumi dan menimbulkan ketidakstabilan pada magnetosfer, ionosfer dan atmosfer atas.

Namun, munculnya suara-suara itu juga bisa disebabkan oleh inti Bumi sendiri, kata Khalilov.Percepatan putaran kutub magnet Bumi sebelah utara meningkat lebih dari lima kali lipat antara tahun 1998 dan 2003. Dan pada tingkat yang sama pada saat ini telah meningkatkan proses energi dalam inti Bumi yang membentuk medan geomagnetik.[ ]

Inilah.com – Headline