INILAHCOM. Jakarta – Harga saham PT Bank Mandiri (BMRI) berpeluang ditransaksikan dengan rata-rata Price Book to Value (PBV) 2,5 kali setahun kedepan. Maka sahamnya memiliki ruang penguatan 43,52% atau Rp15.500 per lembar saham.

Pada sesi pertama perdagangan Jumat (29/5/2015), saham PT Bank Mandiri (BMRI) ditutup menguat Rp25 (0,23%) ke Rp10.825.

David Sutyanto anlis riset First Asia Capital, mengatakan harga saham PT Bank Mandiri (BMRI) untuk Jumat (29/5/2015) memiliki support Rp10.700 dan resisten Rp11.700.

Tekanan jual masih dialami saham emiten PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada perdagangan kemarin. Harga sahamnya gagal bertahan di atas level Rp11000 tutup di Rp10800. Pada Perdagangan sesi I Jumat (29/5/2015) pada pukul 9.39 WIB harga saham BMRI sempat naik Rp25(0.23) ke Rp10.825.

"Kondisi pasar yang kurang kondusif terutama dikhawatirkan pelemahan rupiah atas dolar AS yang telah menembus Rp13200 membuat pergerakan harga saham perbankan cenderung tertahan. Namun pasar dalam jangka menengah dan panjang masih bergerak dalam tren bullish. Kondisi ini bisa membuat harga sahamnya kembali rebound mengingat sudah relatif murah saat ini," kata David Sutyanto analis riset First Asia Capita kepada INILAHCOM di Jakarta, Jumat (29/5/2015). 

David menejelaskan, dilihat dari sisi kinerja BMRI, sepanjang kuartal I 2015  labanya hanya tumbuh 4,34% mencapai Rp5,14 triliun dari periode yang sama 2014 sebesar Rp4,92 triliun. Pertumbuhan laba tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan laba kuartal I 2015 yang mencapai 14,7% secara tahunan atau year on year (yoy). 

Selain itu, pendapatan bunga bersih perseroan tumbuh 10,97% mencapai Rp10,26 triliun. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih tersebut melambat dari pertumbuhan periode yang sama 2014 yang mencapai 20,4%. Namun pertumbuhan tersebut di atas rata‐rata industri yang bertumbuh hanya 9,95%. 

Sementara itu, sepanjang kuartal I 2015 pertumbuhan kredit 13,25% mencapai Rp525,86 triliun. Pertumbuhan kredit ini di atas pertumbuhan industri dalam periode yang sama sebesar 11,27%. Rasio NIM perseroan kuartal I 2015 mencapai 5,41% turun dari kuartal I 2014 sebesar 5,94%, namun masih di atas industri yang rata‐rata 5,3%. 

Secara valuasi, harga saham BMRI saat ini di Rp10.800 ditransaksikan dengan Price Earnings Ratio (PER) 10,7 kali dan Price Book to Value (PBV) 1,7 kali. Harga saham tersebut relatif murah bila dibandingkan dengan emiten perbankan yang beraset di atas Rp500 miliar yang saat ini ditransaksikan dengan rata‐rata PE 13,3 kali dan PBV 2,5 kali. 

Harga saham perseroan ditargetkan dengan rata‐rata PBV 2,5 kali atau mencapai Rp15.500, punya ruang penguatan 43.52% dari harga saat ini. Secara technical level support saat ini berkisar di Rp10.550 hingga Rp10.700. Sedangkan resisten di kisaran Rp11.000 hingga Rp11.200. 

"Saya rekomendasikan saham PT Bank Mandiri (BMRI) buy on weakness. Level stop loss berada di Rp10.500. [jin]

Inilah.com – Headline