INILAHCOM, Jakarta – Meski SK Kemenpora nomor 01307 untuk sementara ditunda setelah keluarnya putusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Tim Transisi bentukan Menpora akan tetap bekerja.

PTUN mengeluarkan putusan sela terkait SK pembekuan PSSI oleh Kemenpora 25 Mei lalu. Menpora Imam Nahrawi mengatakan menghormati keputusan tersebut dan Tim Transisi untuk sementara tidak aktif.

Meski demikian, anggota Pokja Tim Transisi, Zuhairi Misrawi, mengatakan putusan sela bukan keputusan terakhir, karena masih akan menjalani sidang lagi. Itu sebabnya, ia menilai bahwa Tim Transisi akan terus bekerja.

"Putusan sela bukan keputusan akhir yang mengikat. Tapi kedua belah pihak harus menghormati. Jika nanti tanggal 8 keputusannya beda, kami tinggal berjalan," ujar Zuhairi.

"Tim Transisi masih bekerja, secara terbuka atau diam-diam. Menjalankan tugas secara mandat. Untuk itu kami harus bekerja ekstra. Disanksi atau tidak, prestasi sepak bola tak tergantung FIFA. Di FIFA saja ada masalah serius (korupsi)," imbuhnya.

Berikut Poin-poin tugas Tim Transisi:

1. Tim transisi menyatakan tetap eksis menjalankan agenda-agenda pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia yang lebih baik, sesuai amanat menpora dan Presiden Indonesia

2. Tim transisi mencermati dengan serius apa yang sedang terjadi di tubuh FIFA dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk menilisik lebih jauh dugaan-dugaan pelanggaran hukum yang dimungkinkan terjadi di tubuh PSSI

3. Tim transisi sedang menindaklanjuti hasil-hasil temuan tim sembilan terkait pelanggaran-pelanggaran PSSI melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum

4. Tim transisi akan segera menggelar turnamen dan kompetisi sepakbola dalam waktu dekat ini, antara lain turnamen Kemerdekaan dalam rangka memperebutkan Piala Presiden, Piala Panglima TNI, dan kompetisi liga profesional

5. Tim transisi terus mendorong kegiatan-kegiatan positif pembinaan sepakbola usia muda melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Sekolah sepakbola yang ada.

6. Tim transisi akan berkomunikasi langsung dengan beberapa federasi dari luar negeri dalam rangka mempelajari tata kelola sepakbola, sehingga prestasi sepakbola nasional di masa mendatang menjadi lebih transparan, profesional dan berprestasi.

Inilah.com – Headline