akumulasiJakarta – Secara teknikal, IHSG berada dalam bullish reversal sehingga berpeluang positif pada sesi penutupan sore nanti. Tujuh saham mendapat rekomendasi akumulasi beli. Apa saja?

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (15/1/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 9,16 poin (0,21%) ke angka 4.391,659. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang menguat 2,26 poin (0,30%) ke posisi Rp751,706.

NS Aji Martono, Direktur PT Capital Bridge Indonesia memperkirakan, indeks saham domestik menguat pada penutupan sore nanti meski bakal diwarnai pergerakan yang fluktuatif. “IHSG memiliki resistance 4.405 dan support 4.337,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Dia menjelaskan, kenaikan tadi pagi masih mengisyaratkan, IHSG masih positif karena potensi bullish masih tercipta. Memang, saham-saham yang paling dominan membawa penguatan indeks, adalah sektor perbankan. “Tapi, pada saat yang sama, market mover lainnya, seperti ASII dan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang pada akhirnya menggiring indeks ke posisi positif setelah melemah,” ujarnya.

Meski begitu, Aji tidak menampik, peluang indeks untuk bergerak fluktuatif pada sesi dua. Hal itu, kata dia, masih sangat mungkin terjadi seiring posisi indeks yang masih rentan. “Sebab, kenaikan indeks regional belum signifikan. Apalagi, dengan bursa Singapura yang justru melemah,” timpalnya.

Namun demikian, dia menegaskan, potensi bullish indeks, secara teknikal, bisa menahan potensi profit taking yang mungkin terjadi di sesi dua. “Pola Long White Closing Marubozu yang membentuk IHSG member peluang bullish reversal bisa terjadi Selasa ini,” tandas dia.

Sementara itu, dari sisi sentimen fundamental, pergerakan nilai tukar rupiah masih membayangi IHSG. Di sisi lain, pengaruh positif dari efek Januari juga masih menyilimuti pasar sehingga saham-saham bluechip dan market mover mendominasi pergerakan baik bargaining position ataupun peralihan pada saham-saham tesebut. “Kondisi ini menggiring indeks ke teritori positif setelah mendapat tekanan,” ungkap Aji.

Di atas semua itu, Aji merekomendasikan positif tujuh saham untuk pilihan sesi dua. Salah satunya adalah, meski sudah menguat, dia merekomendasikan saham PT Bank Mandiri (BMRI) yang memang bergerak lambat dengan support Rp8.150 dan resistance Rp8.550. “Pemodal bisa akumulasi beli saham tesebut,” katanya.

Begitu juga dengan saham PT Semen Indonesia (SMGR) dengan support Rp15.200 dan resistance Rp16.500. “Meski hari ini mengalami penurunan, tapi cukup menarik untuk diakumulasi di bawah Rp15.500,” tegas dia.

Lalu, PT Bumi Serpong Damai (BSDE) yang pergerakannya agak bergeming. Tapi, kata dia, tetap cukup menarik di level saat ini dengan support Rp1.170 dan resistance Rp1.310. “Dengan volume besar pada perdagangan kemarin, saham BSDE menarik untuk buy karena masih cukup bullish,” tuturnya.

PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), meski saat ini mengalami penurunan, tetap masih mengindikasikan bullish reversal dengan support di Rp4.500 dan resistance Rp4.650. “Target harga untuk PGAS adalah Rp4.900 untuk jangka menengah,” papar dia.

PT Astra International (ASII) yang merupakan saham pelopor setelah mengalami penurunan cukup dalam akibat menyentuh resistance. Saat ini, ASII kembali menguat dengan support Rp7.300 dan resistance Rp7.750. “Penguatan saham ini lebih lanjut masih sangat mungkin. Buy on Weakness untuk ASII,” ungkap Aji.

Sedangkan untuk saham second liner, pilihan Aji jatuh pada saham PT Alam Sutera Realty (ASRI) yang diperdagangkan Selasa ini dalam kisaran Rp700-710 dan diiringi besarnya volume transaksi yang mengindikasikan bullish. “Support ASRI Rp560 dan resistance Rp740. Rekomendasi buy untuk ASRI,” tuturnya.

Saham PT Total Bangun Persada (TOTL) juga menarik setelah saham kontruksi lainnya menguat. Dengan harga saat ini, TOTL memiliki support di Rp920 dan resistance Rp990 untuk jangka pendek. “JIka turun, sebaiknya akumulasi beli dengan pola Buy on Weakness,” kata dia.

Dia menjelaskan, untuk jangka menengah, saham-saham tersebut cocok untuk diakumulasi. Untuk Selasa ini pun, bisa trading dengan melihat patokan support dan resistance tadi karena bisa terjadi pada beberapa saham itu. “Bauran fundamental dan teknikal masih diperlukan dalam kondisi pasar saat ini, tetap hati-hati,” imbuh Aji mewanti-wanti. |inilah|