2119411INILAHCOM, Jakarta – Penurunan harga komoditas CPO dinilai tak berpengaruh banyak pada laju saham-saham di sektor tersebut. Inilah level-level pembelian sahamnya.

NS Aji Martono, Direktur PT Capital Bridge Indonesia menilai penurunan harga Crude Palm Oil (CPO) dari kisaran RM2.910 ke RM2.411 per ton, tidak terlalu berpengaruh pada laju saham-saham di setkor CPO.

“Jika melihat beberapa saham CPO sebenarnya masih relatif bertahan seperti PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT London Sumatera Plantation (LSIP),” katanya kepada INILAHCOM.

Bertahannya saham-saham tersebut, kata dia, mungkin juga karena harga minyak mentah dunia yang penurunannya tidak signifikan. “Jadi, yang turun hanya harga komoditas CPO-nya. Oleh karena itu, banyak yang memprediksi, harga CPO akan tetap menguat pada 2014 ini,” ujarnya.

Faktor itulah, menurut Aji, yang akhirnya memperkuat masih cukup bagusnya proyeksi untuk kinerja saham-saham CPO. Apalagi, di dalam negeri, biodiesel untuk PLN dan Pertamina, masih membutuhkan jutaan ton CPO.

Akibatnya, naik-turun harga CPO tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap perolehan emiten-emiten tersebut. “Yang konsentrasi penjualannya di dalam negeri, lebih luar biasa. Sebab, cost-nya dalam rupiah dan pendapatannya pun dalam rupiah sehingga tidak terdepresiasi oleh penguatan dolar AS,” tandas Aji. Berikut ini rincian penjelasannya:

1. Tiga Saham CPO Dijagokan

Di sektor ini saya menjagokan saham PT Astra Agro Lestari (AALI) meskipun akhir pekan ini mengalami penurunan. Tapi, penurunan ini bukan hanya terjadi pada saham-saham CPO tapi seluruh sektor. Sebab, IHSG pun melemah tajam, 65,41 poin (1,28%) ke 5.032.

Tapi, saya nyatakan, saham AALI masih cukup menarik. LSIP dan PT BW Plantation (BWPT) juga masih prospektif. Meski begitu, semua saham CPO sebenarnya menarik kecuali PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP). Sebab, saham ini lajunya terbawa oleh gerak saham-saham di grupnya.

2. PT Sinar Mas Agro Resources (SMAR)

Sebagai producer CPO seperti PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMAR), karena volumenya tidak terlalu besar menyebabkan, hanya sedikit investor yang tertarik di saham ini. Untuk simpanan jangka panjang, saham SMAR sebenarnya cukup menarik. Hanya karena volume transaksinya tidak seperti AALI, LSIP dan BWPT, mengumpulkan portofolio SMAR terlalu capek. Karena itu, tiga saham itulah yang kelihat masih cukup laik.

Momentum penurunan saham-saham tersebut bisa dijadikan alasan untuk investor kembali melakukan bargaining position di tiga saham tersebut.

3. PT Astra Agro Lestari (AALI)

Pada perdagangan Senin (14/7/2014) saham PT Astra Agro Lestari (AALI) ditutup melemah Rp25 (0,09%) ke posisi Rp26.475.Saham AALI untuk jangka menengah-pendek, di Rp26.200 sebagai batas support-nya dengan resistance di Rp27.250 untuk pendek-menengah, main mingguan saja. Dengan harga saat ini di Rp26.500 sebenarnya sudah cukup laik untuk investor melakukan akumulasi kembali di saham tersebut.

Jika AALI menyentuh support di Rp26.200, lebih menarik untuk akumulasi. Karena itu, jika saham ini naik ke atas Rp27.250, masih punya tenaga untuk melanjutkan penguatannya. Akan tetapi, kemungkinan saham AALI akan bergerak dalam kisaran tersebut (Rp26.200-27.250) seiring gonjang-gonjing Pilpres maupun harga CPO yang turun.

4. PT London Sumatera Plantation (LSIP)

Pada perdagangan Senin (14/7/2014) saham PT London Sumatera Plantation (LSIP) ditutup turun Rp60 (2,66%) ke Rp2.190.LSIP juga alami penurunan Jumat (11/7/2014). Saat diperdagangkan di Rp2.235 sementara support di Rp2.170, resistance masih memungkinkan untuk naik ke Rp2.300. Saya rekomendasikan buy on weakness untuk LSIP. Sebab, pergerakan kemarin selama sepekan hingga akhirnya terlalu kencang kenaikannya, saya masih berharap saham ini alami sedikit penurunan.

5. PT BW Plantation (BWPT)

Pada perdagangan Senin (14/7/2014) saham PT BW Plantation (BWPT) ditutup stagnan di Rp1.195. BWPT merupakan saham yang agak nyentrik. Karena itu, lebih cocok dimiliki untuk jangka panjang. Saya rekomendasikan akumulasi beli untuk saham BWPT dengan support di Rp1.170. Dengan harga di Rp1.195, saham ini sudah menarik untuk akumulasi dengan pola buy on weakness.

Penguatan saham BWPT masih mungkin menuju resistance Rp1.230. Karena itu, saham BWPT cukup menarik untuk middle term, di atas satu bulan. Mengoleksi saham ini masih bisa memberikan capital gain sekitar 10%-an.

6. Akumulasi Bertahap Saham-saham Tersebut

Koleksi saham itu sambil memantau pergerakannya. Jika sudah terkena support, perhatikan, support tersebut dijebol atau tidak. Jika ditembus, jangan buru-buru beli karena berpeluang mengejar support keduanya. Jadi, akumulasi beli dilakukan dengan mencermati pola pelemahan yang terjadi. [jin]