ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Insan pasar modal tidak sekadar melototi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Nasionalisme dan urusan kebangsaan juga mendapat perhatian serius. Bukti sahih itu bisa dilacak dalam ajang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Mengusung semangat juang 45, jajaran direksi dan karyawan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), kompak dalam satu barisan. Terlibat secara aktif menyemarakkan detik-detik kemerdekaan RI. Itu dilakukan dengan mengelar upacara pengibaran bendera merah putih di Kawah Ratu, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).

Detik-detik peringatan hari kemerdekaan itu berjalan khidmat. Seluruh petugas dan peserta upacara tampak penuh penghayatan. Hening dan semilir angin sepoi-sepoi ditingkahi gemuruh kawah menambah suasana semakin terasa spesial. Peserta lihat khusuk terlibat dalam pergulatan batin masing-masing.

Mengenang bagaimana para pejuang telah mengorbankan segalanya untuk membebaskan tanah air sebagai tumpah darah dari cengkraman penjajah. Peringatan itu tidak sekadar krusial di tengah keinginan sebagian anak bangsa untuk menggusur Pancasila, Bhineka Tunggal IKa, NKRI dan UUD 45 (PBNU) dari bumi Nusantara. ”Peringatan ini terasa berbeda dan sangat istimewa untuk menandai kemerdekaan,” tutur Inspektur Upacara Hasan Fauzi.

Hasan melanjutkan upacara tersebut juga sebagai inspirasi kepada sesama anak bangsa. Terutama untuk mengingat dan mengenang jasa para pahlawan. Selain itu, juga sebagai penanda perjalanan pasar modal untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. ”Ini menjadi momentum positif untuk memajukan pasar modal,” ingat Direktur Utama KPEI itu. (far)

 




Editor : Wahyu Sakti Awan



Source link